RADAR BOGOR – Pemkab Bogor mulai menyusun langkah menuju penggunaan kendaraan dinas berbasis listrik.
Meski belum ada rencana penambahan armada dalam waktu dekat, Pemkab Bogor telah membuka peluang untuk memprioritaskan kendaraan listrik apabila pengadaan kendaraan dinas kembali dilakukan di masa mendatang.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi di tengah dinamika harga bahan bakar minyak (BBM).
Pemkab Bogor Belum Tambah Kendaraan Dinas Baru
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum berencana menambah kendaraan dinas.
Menurutnya, pengadaan armada baru bukan menjadi prioritas dalam waktu dekat. "Untuk saat ini, penambahan kendaraan dinas memang belum menjadi fokus yang kami dorong," ujar Ajat, Kamis 18 Juni 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa apabila kebutuhan penambahan kendaraan muncul di kemudian hari, kendaraan listrik akan menjadi pilihan utama.
Baca Juga: Kekurangan 35 Pejabat Pembuat Komitmen, Pemkot Bogor Genjot Sertifikasi Tipe C
Bupati Bogor Dorong Penggunaan Mobil Listrik
Ajat mengungkapkan, Bupati Bogor memiliki keinginan agar pengadaan kendaraan dinas ke depan beralih ke armada listrik yang lebih ramah lingkungan.
"Arahan Pak Bupati, kalau nantinya ada penambahan kendaraan, diutamakan menggunakan kendaraan listrik," katanya.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan tren transformasi transportasi yang saat ini mulai diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
KaBOGORFEST 2026 Jadi Ajang Edukasi Kendaraan Listrik
Komitmen Pemkab Bogor terhadap penggunaan kendaraan listrik juga terlihat dalam gelaran KaBOGORFEST 2026.
Pada acara tersebut, pemerintah daerah menghadirkan pameran mobil listrik sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan teknologi kendaraan berbasis energi terbarukan.
Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga telah menambah dua unit bus listrik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan transportasi yang lebih efisien dan rendah emisi.
"Arah kebijakannya memang sudah menuju ke sana. Kita harus bersiap, termasuk seluruh jajaran di lingkungan pemerintah daerah," ungkap Ajat.
Antisipasi Kenaikan Harga BBM
Selain mendukung program kendaraan ramah lingkungan, rencana transisi ini juga dipandang sebagai langkah strategis menghadapi fluktuasi harga bahan bakar minyak.
Ajat menyebutkan, kenaikan harga BBM, termasuk Pertamax, menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyusun kebijakan transportasi pemerintah daerah ke depan.
Menurutnya, Pemkab Bogor siap mengikuti berbagai kebijakan yang mendukung efisiensi penggunaan energi.
"Kami siap menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil. Penggunaan kendaraan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya membangun budaya efisiensi," tuturnya.
Pemkab Bogor Siap Menuju Era Transportasi Ramah Lingkungan
Wacana peralihan kendaraan dinas berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik menunjukkan komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung transisi energi bersih.
Selain berpotensi menekan biaya operasional dalam jangka panjang, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai mampu mengurangi emisi karbon dan mendukung target pembangunan berkelanjutan.
Jika terealisasi, Kabupaten Bogor berpeluang menjadi salah satu daerah yang lebih siap menghadapi era elektrifikasi transportasi di lingkungan pemerintahan. (abl)
Editor : Yosep Awaludin