RADAR BOGOR – Aktivitas di gudang penyimpanan motor listrik MBG di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor, masih terlihat berjalan seperti biasa meski ribuan unit kendaraan di lokasi tersebut telah disegel Kejaksaan Agung (Kejagung).
Penyegelan motor listrik itu dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan dugaan korupsi MBG yang tengah ditangani Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari 6.000 unit motor listrik merek EMMO disegel di gudang tersebut pada Rabu 17 Juni 2026.
Kejagung Segel Ribuan Motor Listrik EMMO
Penyegelan yang dilakukan Jampidsus merupakan tindak lanjut dari penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program MBG.
Dari pantauan di lokasi, ribuan unit motor listrik masih tersimpan rapi di dalam gudang.
Kendaraan tersebut terlihat tertutup jaring berwarna hitam dan terpal biru yang telah dipasangi segel bertuliskan "Kejaksaan Republik Indonesia".
Baca Juga: Inter Milan Gerak Cepat di Bursa Transfer, Eks Kiper Timnas Italia Segera Merapat
Meski demikian, aktivitas operasional di area gudang masih tampak berlangsung. Sejumlah pegawai terlihat keluar masuk, begitu pula kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
Warga Sebut Penyegelan Dilakukan Rombongan Jampidsus
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, Oweh, mengaku menyaksikan langsung proses penyegelan oleh tim dari Kejaksaan Agung.
"Baru kemarin ramai-ramai dari Kejagung datang ke sini untuk melakukan penyegelan," ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.
Menurutnya, tim penyidik langsung melakukan pemasangan segel terhadap kendaraan yang berada di dalam gudang.
"Prosesnya siang hari. Sekitar pukul satu siang saya masih ada di sini dan suasananya sudah ramai di dalam gudang," katanya.
Aktivitas Gudang Tetap Berjalan
Meski ribuan motor listrik telah diberi tanda segel, Oweh menyebut aktivitas di dalam gudang tidak berhenti.
Ia menilai suasana di luar gudang tampak biasa saja, tanpa menunjukkan adanya perubahan signifikan setelah proses penyegelan dilakukan.
"Setiap hari tetap ada kegiatan. Dari luar terlihat seperti tidak ada masalah, para pekerja juga masih beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.
Pedagang Dapat Informasi Berbeda dari Karyawan
Sementara itu, seorang pedagang di sekitar lokasi bernama Edi mengaku memperoleh informasi berbeda dari sejumlah karyawan gudang.
Menurut penjelasan yang diterimanya, penyegelan disebut-sebut dilakukan untuk menjaga kondisi kendaraan agar tidak mengalami kerusakan setelah terlalu lama tersimpan.
Baca Juga: Uzbekistan vs Kolombia 1-3 : Luis Diaz Antar Los Cafeteros Pimpin Grup K
"Kata beberapa karyawan, motor-motor itu disegel dulu supaya tetap terjaga kondisinya. Karena sudah cukup lama disimpan, dikhawatirkan sistem kelistrikannya menurun sebelum nantinya dioperasikan," tutur Edi.
Namun demikian, keterangan tersebut merupakan informasi yang diperoleh dari pihak pekerja dan belum ada penjelasan resmi terkait alasan teknis penyegelan selain proses hukum yang sedang berlangsung.
Gudang Disebut Baru Digunakan Beberapa Bulan
Edi juga menyebut bangunan yang kini digunakan sebagai tempat penyimpanan motor listrik EMMO sebelumnya tidak difungsikan sebagai gudang kendaraan.
Menurutnya, lokasi tersebut baru dimanfaatkan dalam beberapa bulan terakhir dengan status sewa.
"Sebelumnya tempat ini kosong. Dulu hanya ada petugas keamanan yang merawat area sekitar. Belakangan baru dipakai sebagai gudang penyimpanan motor listrik," jelasnya.
Menunggu Proses Hukum Berjalan
Hingga kini, proses penyidikan dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis masih berlangsung di Kejaksaan Agung.
Penyegelan ribuan unit motor listrik EMMO di Sentul menjadi salah satu bagian dari upaya penyidik untuk mengamankan barang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Sementara itu, aktivitas di sekitar gudang masih terpantau berjalan normal sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang sedang ditangani aparat penegak hukum. (abl)
Editor : Yosep Awaludin