RADAR BOGOR - Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Baru memasuki beberapa hari tanpa hujan, sejumlah masyarakat di Desa Tapos sudah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi sinyal awal bahwa ancaman kekeringan kembali menghantui wilayah yang memang dikenal rawan mengalami krisis air setiap musim kemarau.
Camat Tenjo, Hendarsah, mengatakan pemerintah kecamatan telah menerima laporan mengenai kekeringan yang terjadi di Desa Tapos.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, wilayah tersebut sudah sekitar enam hari tidak diguyur hujan sehingga sejumlah warga mulai mengalami kekurangan air bersih.
Menurut Hendarsah, Pemerintah Kecamatan Tenjo bersama unsur Muspika bergerak cepat dengan meminta Pemerintah Desa Tapos menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdessus).
Langkah itu dilakukan sebagai upaya menyiapkan penanganan sejak dini terhadap dampak kemarau yang berpotensi semakin meluas.
Ia menjelaskan, Musdessus bertujuan mencari skema pendanaan yang sesuai dengan ketentuan agar pemerintah desa dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Hasil musyawarah tersebut menyepakati penggunaan Dana Desa untuk membangun satu titik penampungan air yang akan melayani tiga wilayah rukun tetangga (RT) yang saat ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Menurut Hendarsah, pembangunan penampungan air diharapkan menjadi solusi sementara agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
"Seluruh pembiayaan telah disepakati melalui forum Musdessus sesuai dengan kewenangan pemerintah desa," jelasnya kepada Radar Bogor, Kamis (18/6/2026).
Lebih lanjut, Hendarsah menambahkan, hasil Musdessus Desa Tapos akan menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan bagi Pemerintah Kecamatan Tenjo dalam mengantisipasi potensi kekeringan di desa-desa lain.
Baca Juga: Arwinsyah Putra Pimpin Kadin Kota Bogor, 100 Produk UMKM Disiapkan Tembus Pasar Ekspor
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap, penanganan dampak musim kemarau dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi kekeringan semakin meluas.
Pemerintah Kecamatan Tenjo juga mengimbau, seluruh pemerintah desa di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi sumber air bersih selama musim kemarau berlangsung agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga. (sir)
Editor : Siti Dewi Yanti