Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada tahap pertama, Polres Bogor berhasil menyelesaikan pembangunan dan renovasi total 13 unit rumah yang kini telah diserahkan kepada para penerima bantuan dan digunakan sebagai tempat tinggal yang lebih aman serta nyaman.
Keberhasilan tahap awal menjadi motivasi bagi jajaran kepolisian untuk melanjutkan aksi sosial tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan untuk menghadirkan manfaat nyata yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Listrik di Kabupaten Bogor Kembali Padam, PLN UP3 Gunung Putri Jelaskan Penyebabnya
Salah satu hal yang menjadi keunikan program Rumah ASRI adalah sumber pendanaannya yang tidak berasal dari anggaran kedinasan. Seluruh biaya pembangunan diperoleh melalui Program Polisi Baik, yaitu gerakan gotong royong internal yang melibatkan seluruh anggota Polres Bogor untuk menyisihkan sebagian rezekinya secara sukarela guna membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.
Melalui inisiatif tersebut, Polres Bogor ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari tugas institusi, tetapi juga tumbuh dari kesadaran dan empati setiap personel kepolisian.
Polres Bogor menilai bahwa hunian yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan aman. Kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan sering kali berdampak pada kesehatan keluarga, produktivitas ekonomi, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Rumah ASRI Dorong Kesejahteraan Warga
Atas dasar itu, program Rumah ASRI tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kepolisian berupaya hadir lebih dekat dengan warga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan dasar kehidupan.
Pada tahap kedua, renovasi rumah dilaksanakan di sejumlah wilayah yang berada dalam cakupan hukum Polres Bogor. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran program antara lain wilayah Polsek Caringin, Polsek Cibungbulang, dan Polsek Megamendung. Pembangunan dilakukan secara bersamaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat penerima bantuan.
Selain itu, program juga menjangkau wilayah lain seperti Polsek Cileungsi, Polsek Cigudeg, dan Polsek Klapanunggal. Di berbagai lokasi tersebut, semangat gotong royong terlihat kuat melalui keterlibatan anggota kepolisian, masyarakat setempat, unsur TNI, serta tokoh pemuda yang bekerja bersama dalam proses pembangunan.
Sementara itu, dua titik lainnya berada di wilayah Polsek Gunung Putri dan Polsek Citeureup. Khusus di Citeureup, program renovasi rumah diberikan kepada keluarga Warakawuri sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga anggota Polri yang telah purnatugas maupun gugur saat menjalankan tugas negara.
Langkah tersebut menjadi simbol penghargaan institusi terhadap jasa para Bhayangkara yang telah mengabdikan dirinya bagi masyarakat dan negara. Melalui bantuan tersebut, Polres Bogor berharap nilai penghormatan dan kepedulian terhadap keluarga besar Polri dapat terus terjaga.
Hadirkan Inovasi pada Momen Hari Bhayangkara ke-80
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Rumah ASRI tidak hanya berfokus pada tampilan bangunan semata, tetapi juga memperhatikan standar teknis yang mendukung kualitas hidup penghuninya. Aspek seperti sanitasi, pencahayaan alami, ventilasi udara, dan kelayakan konstruksi menjadi perhatian utama agar rumah yang dibangun dapat memberikan kenyamanan serta kesehatan bagi penghuninya dalam jangka panjang.
"Kami memastikan bahwa spesifikasi pembangunan di 8 lokasi ini tidak sekadar mengejar aspek keindahan arsitektur fisik semata, melainkan wajib memenuhi standardisasi kelayakan teknik, sanitasi, pencahayaan alami, dan juga sirkulasi udara yang baik demi mewujudkan lingkungan rumah sehat yang berkelanjutan," ujar AKBP Wikha, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa selama proses renovasi berlangsung, jajaran Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah telah melakukan pendampingan secara aktif. Mereka berkoordinasi dengan perangkat lingkungan, termasuk RT dan RW setempat, untuk membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi keluarga penerima bantuan.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas sehari-hari masyarakat tetap berjalan dengan baik selama proses pembangunan berlangsung. Dengan demikian, kondisi sosial maupun psikologis keluarga penerima manfaat dapat tetap terjaga hingga rumah yang direnovasi selesai dan siap diserahterimakan secara resmi.
"Sehingga aspek sosial dan psikologis masyarakat tetap terjaga dengan baik dan bangunan Rumah ASRI ini siap diserahterimakan secara resmi," pungkasnya.(abl)
Editor : Eka Rahmawati