RADAR BOGOR – Kisah perjuangan rakyat Jasinga dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia kembali diangkat melalui sebuah buku yang disusun oleh Radien, pemuda asal Jasinga Bogor yang aktif meneliti sejarah lokal.
Buku tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai upaya melengkapi catatan sejarah rakyat Jasinga Bogor yang selama ini belum banyak terdokumentasikan.
Menurut Radien, banyak peristiwa perjuangan masyarakat Jasinga Bogor pada periode 1945 hingga 1950 yang belum tercatat secara luas, dalam buku sejarah yang ada.
Baca Juga: Kerugian Negara Tembus Rp9,1 Miliar, Kejari Bongkar Dugaan Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara
Padahal, warga Jasinga turut terlibat dalam berbagai pertempuran di sejumlah wilayah seperti Sindangbarang, Leuwiliang, Sukabumi, hingga Purwakarta.
Melalui buku berjudul Sejarah Perjuangan Rakyat Jasinga, ia berupaya merekonstruksi kembali memori kolektif masyarakat mengenai perjuangan para pejuang, ulama, tokoh masyarakat, dan warga yang telah berkorban demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Buku ini merupakan ikhtiar untuk merekonstruksi memori kolektif, bukan hanya mengingat masa lalu tetapi juga mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujar Radien.
Baca Juga: AHY Usul MTS Negeri Baru di Kota Bogor, Pemkot Siap Berburu Lahan
Buku yang dicetak secara mandiri tersebut telah diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Wakil Bupati Bogor, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor sebagai bahan referensi dan dokumentasi sejarah daerah.
Saat ini, naskah tersebut masih dalam tahap penyempurnaan serta proses pengurusan ISBN sebelum diterbitkan secara resmi.
Radien berharap hasil penelitiannya juga dapat disampaikan langsung kepada Bupati Bogor sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah sejarah daerah.
Baca Juga: Takefusa Kubo Absen, Jepang Diprediksi Kesulitan Lawan Tunisia
Ia menegaskan, buku tersebut tidak dimaksudkan sebagai catatan sejarah yang sempurna, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang sekaligus upaya menjaga agar kisah perjuangan rakyat Jasinga tidak hilang ditelan zaman.
“Ini adalah bentuk penghargaan kepada para pejuang dan masyarakat yang telah berkorban. Kami ingin memastikan jasa mereka tetap dikenang oleh generasi berikutnya,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga