RADAR BOGOR – Musim kemarau mulai berdampak luas di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Selain memicu krisis air bersih, kekeringan juga melanda lahan pertanian di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, petani terancam gagal panen.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mitra Cai Bongas, Asonik, mengungkapkan bahwa sawah milik petani kini mulai mengering dan berada dalam ancaman gagal panen.
Menurutnya, petani Nanggung Bogor terancam gagal panen, diperparah dengan jebolnya pintu air Bendungan Cibongas yang sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Baca Juga: Pengen Cepat Kaya? 3 Ide Bisnis Ini Berpotensi Datangkan Keuntungan Besar Tahun 2026
“Sudah satu minggu jebol, ditambah musim kemarau, kami jadi kesulitan mengairi sawah,” ujar Asonik, Jumat, 19 Juni 2026.
Terhentinya aliran air tersebut berdampak pada area persawahan di Desa Kalongliud hingga Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung. Dari total sekitar 120 hektare lahan, sekitar 65 hektare yang sudah ditanami padi kini mulai mengering.
“Kalau kondisi ini terus berlanjut, sangat berpotensi gagal panen,” tambahnya.
Para petani pun berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor segera turun tangan untuk memperbaiki Bendungan Cibongas agar aliran irigasi kembali normal.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor juga telah mengalami krisis air bersih akibat kemarau, termasuk di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung.
Kepala Desa Parakan Muncang, Maulidin, menyebutkan terdapat dua kampung yang terdampak kekurangan air bersih.
Baca Juga: Pasar Jambu Dua Bogor Meledak, 500 Kios Kuliner Anak Muda Ludes Diserbu
“Ada ratusan warga yang kesulitan air sejak musim kemarau,” katanya.
Selama ini warga mengandalkan air pegunungan dan sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Namun saat keduanya mengering, sebagian warga terpaksa menggunakan air sungai yang kini juga mengalami penurunan debit dan kualitasnya menurun.
“Sekarang sungai juga mulai surut dan kualitas airnya kurang layak,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga