Salah satu bentuk komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, dalam kegiatan Temu Apresiasi Manfaat Penerima Santunan BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Bale Gede, Gedung Pakuan, Bandung belum lama ini.
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan cakupan perlindungan bagi para pekerja, terutama pekerja rentan dan sektor informal yang memiliki risiko kerja tinggi tetapi belum seluruhnya terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Berujung Petaka, 3 Rumah dan 1 Motor Terbakar di Bojonggede Bogor
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade menegaskan bahwa perlindungan ketenagakerjaan merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pekerja yang memperoleh jaminan sosial akan memiliki rasa aman dan kepastian dalam menjalankan pekerjaannya sehingga mampu berkontribusi lebih optimal terhadap pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, khususnya kelompok pekerja rentan dan sektor informal. Kami ingin memastikan masyarakat pekerja mendapatkan perlindungan yang memadai agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” ujar Jaro Ade dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Perkuat Sinergi dengan Pemprov Jabar hingga BPJS Ketenagakerjaan
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada sejumlah penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Penyaluran santunan tersebut menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kehilangan sumber penghasilan utama.
Jaro Ade menjelaskan, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga pekerja. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas cakupan kepesertaan program tersebut.
Program BPJS Ketenagakerjaan menurut Jaro Ade tidak hanya memberikan manfaat saat terjadi risiko kerja, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu penopang ketahanan ekonomi keluarga.
"Karena itu, kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, serta berbagai pihak terkait untuk meningkatkan jumlah peserta di Kabupaten Bogor,” jelas Wakil Bupati Bogor.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana mengintensifkan koordinasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses perlindungan sosial, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja, serta mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Bogor yang lebih sejahtera dan produktif.
“Kami berharap semakin banyak pekerja yang terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan cakupan perlindungan yang semakin luas, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan pembangunan daerah dapat berlangsung secara lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutup Jaro Ade.
Editor : Eka Rahmawati