RADAR BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto resmi meluncurkan Program KAMI Mendengar sebagai salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Program ini difokuskan pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, pembinaan karakter, serta peningkatan kualitas lingkungan belajar bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Bogor.
Program KAMI Mendengar dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang mendekatkan pemerintah dengan lingkungan pendidikan. Melalui inisiatif tersebut, pemerintah tidak hanya menjalankan peran pelayanan publik, tetapi juga hadir secara langsung untuk menyerap aspirasi, memahami kebutuhan peserta didik, serta memastikan proses tumbuh kembang generasi muda berlangsung secara optimal.
Implementasi program dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti keterlibatan pejabat Pemkab Bogor sebagai pembina upacara di sekolah setiap hari Senin, kunjungan perangkat daerah, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya ke satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor.
Dorong Sinergi Lintas Sektor
Selain itu, Program KAMI Mendengar mendorong sinergi lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan, layanan kesehatan sekolah, kualitas lingkungan belajar, serta pembentukan karakter peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi bagi pelajar, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul Indonesia, karena itu, pemerintah daerah harus terlibat langsung untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal,” ujar Rudy Susmanto dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Melalui program tersebut, kepala perangkat daerah, camat, pejabat struktural, hingga unsur Forkopimda turun langsung ke sekolah-sekolah untuk berdialog dengan siswa, guru, dan pihak sekolah. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendengar aspirasi sekaligus memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan berbagai kebutuhan pendidikan lainnya.
Dalam setiap kunjungan, para pejabat juga melakukan pengecekan terhadap kondisi ruang kelas, fasilitas pembelajaran, sarana sanitasi, hingga lingkungan sekolah secara keseluruhan. Langkah ini dilakukan guna memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan secara maksimal.
Tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan dan kesehatan, Program KAMI Mendengar juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor dalam memperkuat perlindungan generasi muda dari berbagai ancaman sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan negatif, tindak kekerasan, serta persoalan lain yang dapat menghambat perkembangan anak.
Pemkab Bogor berharap program ini mampu membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, organisasi profesi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Anak-anak saat ini merupakan calon pemimpin Kabupaten Bogor di masa depan. Karena itu, tugas kita tidak hanya mendengarkan apa yang mereka sampaikan, tetapi juga memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan terbaik,” tegas Rudy.
Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Kabupaten Bogor terus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama.
Melalui Program KAMI Mendengar, Pemkab Bogor kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan generasi muda demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju, istimewa, dan berkelanjutan.
Editor : Eka Rahmawati