Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Hambalang Bogor Tak Bergantung Bantuan Air Bersih, Pilih Andalkan Sumber Mata Air saat Kemarau

Muhammad Ali • Minggu, 21 Juni 2026 | 16:57 WIB
Warga saat memanfaatkan aliran sungai Lemper, di Kawasan Indocement, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor imbas kekeringan. (Hendi Novian/Radar Bogor)
Warga saat memanfaatkan aliran sungai Lemper, di Kawasan Indocement, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor imbas kekeringan. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor ternyata bukan hal baru bagi warga Kampung Tajur Tapos, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup. 

Setiap tahun, warga di kawasan tersebut sudah terbiasa menghadapi kesulitan air bersih ketika hujan tak turun dalam waktu cukup lama.

Salah seorang warga, Age Teriskhova, mengatakan krisis air bersih biasanya mulai dirasakan saat wilayahnya tidak diguyur hujan selama dua minggu hingga satu bulan.

“Pokoknya kalau dua minggu atau sebulan tidak hujan, warga sudah pada ngambil air ke sana (sumber air),” ujar Age kepada Radar Bogor, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurutnya, masyarakat Desa Hambalang maupun Desa Tajur tidak terlalu bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah. 

Baca Juga: Kemarau 2026 Mulai Terasa, 3 Desa di Kabupaten Bogor Sudah Krisis Air Bersih

Sebab, warga sudah memiliki alternatif sumber air yang berada di kawasan Indocement dan selama ini menjadi andalan saat musim kemarau.

Meski demikian, ia menegaskan warga tetap akan menerima apabila ada bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.

“Tapi kalau ada bantuan pemerintah, tentu masyarakat juga menerima. Hanya saja tidak terlalu berharap karena sudah ada sumber air yang biasa dimanfaatkan,” tuturnya.

Age menjelaskan, kondisi geografis Desa Hambalang menjadi salah satu penyebab sulitnya mendapatkan sumber air baru, struktur tanah yang didominasi batuan cadas membuat upaya pengeboran sumur sering kali tidak membuahkan hasil.

“Di sini susah air karena daerahnya cadas, mau pakai sumur bor juga tidak bisa, besinya habis sama batu. Karena di bawah tanah banyak batu, jadi sulit menemukan sumber air,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat warga memilih memanfaatkan sumber mata air yang sudah tersedia sebagai solusi utama saat musim kemarau tiba. Setiap tahun, aktivitas mengambil air dari sumber tersebut menjadi rutinitas warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #kemarau #hambalang