RADAR BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan penghematan air sebagai langkah menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan pada bulan Agustus.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan upaya penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Jauh sebelum musim kemarau tiba, BPBD telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
“Sebenarnya kami sudah memberikan peringatan sejak Februari, salah satunya dengan bersurat agar toren-toren yang sudah dibangun bersama Disperkim dipersiapkan dan diisi saat masih musim hujan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, saat ini terdapat 189 toren air yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, keberadaan fasilitas tersebut dinilai cukup membantu masyarakat dalam menghadapi berkurangnya pasokan air bersih saat kemarau.
Baca Juga: Warga Hambalang Bogor Tak Bergantung Bantuan Air Bersih, Pilih Andalkan Sumber Mata Air saat Kemarau
“Jadi kami sudah melakukan sosialisasi terkait potensi bencana kekeringan, toren-toren yang kami siagakan juga kelihatannya bermanfaat dan masih bisa menahan kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
Selain upaya yang dilakukan pemerintah, Ade menegaskan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menghadapi musim kemarau, yakni dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.
Ade mencontohkan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, khususnya umat Islam, yakni menggunakan air secukupnya saat berwudu sesuai tuntunan syariat.
“Rasulullah SAW berwudhu hanya dengan sekitar 500 mililiter air, bayangkan kalau ada lima juta penduduk Bogor yang menghemat dalam satu hari aja 5 liter dikalikan lima juta berarti ada 25 juta liter yang terhematkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah penghematan air merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, namun memiliki dampak besar dalam menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati