Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hadapi Puncak Kemarau 2026, Pemkab Bogor Normalisasi Irigasi di Sejumlah Wilayah Pertanian

Muhammad Ali • Minggu, 21 Juni 2026 | 22:27 WIB
Kepala Bidang Iragasi dan Sumbsr Daya Air DPU Kabupaten Bogor, Ikhsan Adi Nugraha saat menyampaikan keterangan. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Kepala Bidang Iragasi dan Sumbsr Daya Air DPU Kabupaten Bogor, Ikhsan Adi Nugraha saat menyampaikan keterangan. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air bagi sektor pertanian menjelang puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Kepala Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air (ISDA) DPU Kabupaten Bogor, Ikhsan Adi Nugraha, mengatakan normalisasi jaringan irigasi telah dilakukan di sejumlah wilayah yang menjadi sentra pertanian di Kabupaten Bogor.

“Di bagian timur ada Tanjungsari, kemudian wilayah barat seperti Jasinga, Cigudeg, dan Ciampea, untuk wilayah selatan di Cijeruk, serta wilayah utara di Kemang,” ujar Ikhsan kepada Radar Bogor, Minggu, 21 Juni 2026.

Baca Juga: Normalisasi Irigasi Cikumpeni Pulihkan Pasokan Air Petani Tanjungsari Bogor, 3 Ekskavator Dikerahkan

Khusus di wilayah Kemang, kata dia, normalisasi saluran irigasi dilakukan melalui kerja sama dengan TNI, kegiatan tersebut mencakup saluran yang membentang dari Kecamatan Kemang hingga Parung.

Ikhsan menilai kondisi irigasi pertanian di Kabupaten Bogor saat ini masih relatif aman untuk menghadapi musim kemarau. Namun, DPU Kabupaten Bogor tetap melakukan berbagai langkah pencegahan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan yang lebih luas.

“Kita berusaha menjaga kondisi irigasi dan juga menunggu dukungan anggaran yang akan dikeluarkan untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Selain normalisasi saluran irigasi, DPU Kabupaten Bogor juga berencana melakukan perbaikan sejumlah bendungan guna memastikan aliran air ke jaringan irigasi tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Meski demikian, Ikhsan mengakui pihaknya belum dapat memprediksi sejauh mana dampak kekeringan yang akan terjadi pada musim kemarau tahun ini. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.

“Kami tetap berusaha berkolaborasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta PSDA Provinsi Jawa Barat untuk memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi,” pungkasnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #pemkab #kemarau