RADAR BOGOR – Dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Bogor terus meluas, setelah sebelumnya tiga desa di wilayah Citeureup, Nanggung, dan Babakan Madang mengalami krisis air bersih, kini ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Sukajaya mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan salah satu lokasi yang mendapat bantuan berada di Kampung Cigaruguy, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol.
Menurutnya, berkurangnya curah hujan secara drastis akibat anomali iklim dan musim kemarau yang mulai berlangsung menyebabkan cadangan air menurun serta sejumlah sumber mata air berkurang.
Sebanyak 41 kepala keluarga (KK) atau 203 jiwa terdampak kondisi tersebut, untuk membantu warga, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 5.000 liter air bersih atau satu ritase.
Baca Juga: Hadapi Puncak Kemarau 2026, Pemkab Bogor Normalisasi Irigasi di Sejumlah Wilayah Pertanian
Meski demikian, Adam menilai kondisi di wilayah tersebut belum dapat dikategorikan sebagai kekeringan parah.
“Dilihat dari kondisi di lapangan, sumber air dari sumur milik warga sebagian masih tersedia. Meski ada beberapa sumur yang sudah mengering, warga masih dapat dibantu oleh tetangga yang sumurnya masih memiliki air bersih,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu, 21 Juni 2026.
Selain Jonggol, bantuan air bersih juga disalurkan ke Kampung Parigi, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya. Dampak kekeringan di wilayah ini tercatat lebih besar, dengan jumlah warga terdampak mencapai 327 KK atau sekitar 1.000 jiwa.
Adam menjelaskan, menurunnya intensitas hujan dalam waktu yang cukup lama menyebabkan sumber air dari sumur resapan mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bekerja sama dengan PDAM Tirta Alam Cibungbulang menyalurkan 10.000 liter air bersih melalui dua ritase pengiriman.
Meski begitu, kondisi di kedua wilayah tersebut untuk sementara masih terkendali. Di Kampung Cigaruguy, Jonggol, hujan yang turun pada Sabtu malam (20/6/2026) turut membantu menambah pasokan air bagi warga.
"Untuk sementara, kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat," pungkas Adam.
Dengan adanya tambahan dua lokasi tersebut, jumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor terus bertambah seiring musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati