Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sungai Cileungsi Bogor Jadi Andalan saat Kemarau, Akses Jalan Dikeluhkan

Muhammad Ali • Senin, 22 Juni 2026 | 22:18 WIB
Jalan menuju Aliran Sungai Cileungsi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin, 22 Juni 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Jalan menuju Aliran Sungai Cileungsi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin, 22 Juni 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Aliran Sungai Cileungsi di perbatasan Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot dengan Kampung Lemper, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menjadi tumpuan warga saat musim kemarau melanda.

Akan tetapi, akses menuju sungai yang menjadi sumber kebutuhan air sehari-hari itu justru dalam kondisi memprihatinkan.

Untuk mencapai bantaran sungai, warga harus melintasi jalan berbatu, berdebu, dan dipenuhi lubang yang kerap tergenang air. Jalur tersebut merupakan jalan tambang milik perusahaan Indocement yang sehari-hari digunakan masyarakat sebagai akses menuju permukiman maupun Aliran Sungai Cileungsi.

Ketua RT setempat, Anwar Sanusi, mengatakan sungai tersebut memiliki peran penting bagi warga, khususnya saat sumur-sumur mulai mengering akibat kemarau.

Baca Juga: Trotoar di 2 Ruas Jalan Kota Bogor Jadi Tempat Parkir dan Spanduk

Meski menjadi sumber kehidupan bagi warga, akses menuju lokasi justru menjadi persoalan tersendiri. Anwar mengaku masyarakat berharap adanya perbaikan rutin terhadap jalan tambang yang menjadi satu-satunya akses menuju sungai.

“Memang ini kami menggunakan jalan tambang milik perusahaan. Walaupun tidak bisa dibangun oleh pemerintah desa ataupun pemerintah pusat, minimal selalu ada perbaikan,” ujar Anwar kepada Radar Bogor, Senin, 22 Juni 2026.

Ia berharap kondisi jalan setidaknya dapat lebih nyaman dan aman dilalui warga, terutama saat membawa kendaraan atau mengangkut kebutuhan sehari-hari.

“Minimal bisa dilalui dengan nyaman, tidak terlalu berlobang-lobang berlebihan,” tuturnya.

Kondisi jalan yang rusak juga menjadi kendala ketika terjadi situasi darurat, warga kerap mengalami kesulitan saat harus membawa pasien sakit maupun ibu hamil yang hendak melahirkan menuju fasilitas kesehatan.

“Ketika ada pasien yang hamil mau melahirkan atau warga yang sakit, itu cukup menjadi kendala bagi kami,” ungkap Anwar.

Bagi warga di kawasan perbatasan Desa Tarikolot dan Desa Citeureup, aliran Sungai Cileungsi bukan sekadar aliran air yang membelah wilayah, sungai itu menjadi penyelamat saat kemarau datang. 

Namun pada saat yang sama, akses menuju sumber kehidupan tersebut masih membutuhkan perhatian agar dapat dilalui dengan lebih aman dan nyaman oleh masyarakat. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #kemarau #sungai cileungsi