Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selain Musim Kemarau, Petani Beras di Jasinga Bogor Terkendala Masalah Irigasi

Septi Nulawam Harahap • Senin, 22 Juni 2026 | 23:04 WIB
Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery bersama petani memanen padi di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Jasinga. Selain musim kemarau, petani beras di wilayah Jasinga terkendala masalah jaringan irigasi. (Septi N/Radar Bogor)
Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery bersama petani memanen padi di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Jasinga. Selain musim kemarau, petani beras di wilayah Jasinga terkendala masalah jaringan irigasi. (Septi N/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Program ketahanan pangan yang dijalankan di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selain terdampak musim kemarau, kegiatan yang diinisiasi secara swadaya oleh Pengurus Kecamatan KNPI Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri juga terkendala persoalan distribusi air menuju area persawahan.

Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery, menjelaskan bahwa para petani telah menyelesaikan masa tanam dan melaksanakan panen padi. Namun, hasil produksi yang diperoleh belum memenuhi harapan akibat masih terbatasnya pasokan air ke lahan pertanian.

Baca Juga: Trotoar di 2 Ruas Jalan Kota Bogor Jadi Tempat Parkir dan Spanduk

Menurutnya, permasalahan utama tidak hanya dipicu oleh cuaca kering, tetapi juga kondisi jaringan irigasi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascabencana yang pernah terjadi di wilayah Jasinga.

“Banyak saluran irigasi mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, tertutup rerumputan, bahkan terdapat bagian yang rusak. Akibatnya, distribusi air ke wilayah hilir seperti Desa Bagoang dan Desa Pangaur menjadi tidak optimal sehingga banyak sawah mengalami kekeringan,” ujarnya.

Dery menuturkan, persoalan tersebut bukan hal baru karena telah dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. Kondisi itu memberikan dampak besar terhadap kehidupan warga yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Ia menilai produktivitas lahan yang terus menurun berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas, termasuk meningkatnya jumlah warga yang kehilangan sumber penghasilan.

Melalui program ketahanan pangan yang dijalankan di Kampung Tarisi, KNPI Jasinga berupaya memahami secara langsung berbagai kesulitan yang selama ini dihadapi para petani setempat.

Dari sekitar dua petak sawah yang dikelola dalam program tersebut, hasil panen yang diperoleh dinilai belum sebanding dengan tenaga, waktu, dan biaya yang telah dikeluarkan.

“Kami baru satu kali menjalankan masa tanam sudah merasakan beratnya kondisi yang dihadapi. Bayangkan bagaimana para petani yang selama enam tahun harus menghadapi persoalan serupa secara terus-menerus,” kata Dery.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian petani mulai beralih menanam komoditas lain karena ketersediaan air tidak lagi mencukupi untuk mendukung budidaya padi di sejumlah lahan.

Menurutnya, penyelesaian masalah ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dalam bentuk dukungan anggaran untuk rehabilitasi dan perbaikan sistem irigasi yang ada.

“Tanpa adanya alokasi anggaran yang memadai, persoalan irigasi akan sulit diselesaikan. Padahal banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonominya dari sektor pertanian,” tegasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #jasinga #kemarau #petani