RADAR BOGOR - Musim kemarau berdampak pada sumber air warga, sebanyak 6 RW di Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami krisis air bersih.
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman menyebutkan bahwa laporan krisis air bersih di desanya terjadi sejak awal Juni 2026.
Wilayah yang terdampak di antaranya Kampung Kalong Karees RW 11, Kampung Pasir Madin dan Pasir Manggu RW 02, Kampung Liud RW 03 dan RW 04, Kampung Babakan Liud RW 10, serta Kampung Bongas RW 05 dan RW 09.
"Berdasarkan pemeriksaan kami di lapangan, ada beberapa wilayah yang mulai kekeringan dan meminta bantuan air bersih," ujar Jani, Selasa, 23 Juni 2026.
Baca Juga: Sosok Pengamen Temani Ibu Sambil Gendong Adik Viral, Tinggal di Bojonggede Bogor
Menurut Jani, Desa Kalongliud berada di dataran rendah dan tidak memiliki sumber mata air dari pegunungan.
Selama ini, warga hanya mengandalkan sumur manual atau sumur resapan sedalam 7 sampai 15 meter. Sumur-sumur itu bergantung pada air resapan di sekitar kebun warga.
“Dengan musim kemarau ini, daerah pesawahan dan irigasi juga terdampak, dan berimbas juga pada sumur-sumur resapan," jelasnya.
Jebolnya Bendungan Cibongas juga memperparah kekeringan di wilayah RW 03 dan RW 04 Desa Kalongliud.
Bendungan itu mengairi sekitar 80 hektare area persawahan dan jebolnya bendungan tersebut membuat jaringan irigasi terhambat, sehingga resapan air ke sumur warga juga berkurang drastis.
Untuk jangka pendek, kata Jani, pihaknya berkoordinasi dengan aparat Kecamatan Nanggung dan juga BPBD Kabupaten Bogor untuk mengirimkan bantuan air bersih.
"Untuk solusi jangka panjang, kami sudah membangun sumur bor melalui Dana Desa, kami juga pernah ambil air dari area pegunungan dengan sistem pipanisasi, tapi debitnya kurang mencukupi," tukasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati