Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sawah Jadi Cuan, Anak Muda Cibungbulang Bogor Mulai Lirik Dunia Pertanian

Septi Nulawam Harahap • Kamis, 25 Juni 2026 | 22:22 WIB
Kelompok Tani Sari Mukti, Desa Cimanggu II, Cibungbulang, mengajak generasi milenial untuk sukses dengan menjadi petani melalui program Petani Berdasi. Foto: Pokwan Sari Mukti for Radar Bogor
Kelompok Tani Sari Mukti, Desa Cimanggu II, Cibungbulang, mengajak generasi milenial untuk sukses dengan menjadi petani melalui program Petani Berdasi. Foto: Pokwan Sari Mukti for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Krisis regenerasi petani yang terjadi di berbagai daerah mendorong munculnya berbagai inovasi untuk menarik minat anak muda terjun ke sektor pertanian. Salah satunya dilakukan Kelompok Tani Sari Mukti, Desa Cimanggu II, Kecamatan Cibungbulang Bogor.

Anak muda di Cibungbulang Bogor itu menarik perhatian para generasi sekarang ke dunia pertanian melalui program Petani Berdasi.

Program di Cibungbulang Bogor tersebut dirancang untuk mengubah pandangan anak muda terhadap dunia pertanian, sekaligus membuktikan bahwa profesi petani dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Baca Juga: Mau Tampil Cantik Pas Karnaval? Ini 9 Pusat Sewa Kebaya di Bogor

Ketua Kelompok Tani Sari Mukti, Abdul Mukti, mengatakan program ini tidak hanya mengajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan pembibitan, perawatan tanaman hingga strategi pemasaran hasil panen.

“Kami bekerja sama dengan berbagai komunitas pertanian, mulai dari sayuran, jeruk limo, padi hingga perikanan. Permintaan pasar yang terus ada membuat semangat petani muda semakin tumbuh,” ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Mukti, sejak program Petani Berdasi berjalan, jumlah petani milenial di Desa Cimanggu II terus bertambah.

Kehadiran generasi muda dinilai mampu menggerakkan sektor pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Ciseeng Bogor, Diduga Dipicu Masalah Asmara

Salah satu komoditas yang banyak diminati adalah kangkung. Tanaman ini memiliki masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar satu bulan, dengan pasar yang telah tersedia sehingga memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi petani.

“Keuntungannya cukup menarik, terutama untuk budidaya kangkung karena panennya cepat dan pasarnya sudah jelas,” jelasnya.

Ia menilai generasi muda sebenarnya memiliki semangat tinggi untuk terjun ke berbagai bidang, termasuk pertanian, selama sektor tersebut mampu memberikan prospek ekonomi yang baik.

Baca Juga: Wisata Stone Garden Padalarang, Tawarkan Sejarah Manusia Purba

Melalui program ini, Mukti berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni dunia pertanian dan tidak lagi memandang profesi petani sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan.

“Jangan malu menjadi petani. Profesi ini sangat mulia karena tanpa petani, ketahanan dan kedaulatan pangan tidak akan terwujud,” tegasnya.

Program Petani Berdasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mencetak regenerasi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #anak muda #Cibungbulang #pertanian