RADAR BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan alasan Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat terbanyak di Jawa Barat berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2025.
Menurutnya, tingginya angka tersebut sejalan dengan besarnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 5,72 juta jiwa, terbanyak di Jawa Barat bahkan Indonesia.
Rudy menilai, data tersebut harus dipahami secara proporsional dan tidak hanya dilihat dari angka absolut semata.
"Mau dipresentasikan dari klasifikasi baik ODGJ dan hal lain sebagainya, pasti Kabupaten Bogor angkanya pasti akan paling tinggi," ujar Rudy kepada Radar Bogor, Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga: Regenerasi Budaya, Pemprov Jabar Gandeng Pembatik hingga Penganyam Tradisional
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan beberapa provinsi di Indonesia, jumlah penduduk Kabupaten Bogor bahkan hampir setara dengan total populasi di provinsi tersebut.
"Kalau bicara Provinsi Aceh sendiri, seluruh kabupaten atau kota di Provinsi Aceh kalau digabungkan jadi satu, penduduknya masih di bawah 6 juta jiwa. Provinsi Kalimantan Tengah masih sama, di bawah 6 juta jiwa. Kita tingkat kabupaten dengan jumlah penduduk 5,72 juta jiwa," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor mencatat 7.321 ODGJ berat yang mendapat pelayanan kesehatan, sedangkan Kota Bogor tercatat sebanyak 2.194 orang.
Rudy mengungkapkan, selisih tersebut sebanding dengan perbedaan jumlah penduduk kedua daerah.
"Kota Bogor penduduknya hanya 1,14 juta jiwa. Kalau dikali dua, penduduknya masih di bawah 3 juta jiwa, sedangkan kita 5,72 juta jiwa," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak menjadikan besarnya jumlah penduduk sebagai alasan untuk mengabaikan penanganan ODGJ.
"Tapi angka tersebut, kita Pemerintah Kabupaten Bogor, apa pun itu, dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan, kita tetap akan tindak lanjuti satu per satu," tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Bogor terus meningkatkan pelayanan sosial melalui Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup.
Rudy menuturkan, fasilitas tersebut terus dibenahi agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat rentan, termasuk lansia, tunawisma, dan eks ODGJ.
Ke depan, Pemkab Bogor juga telah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas sosial yang lebih representatif.
"Kita juga sedang mempersiapkan perencanaan untuk mempersiapkan satu tempat yang jauh lebih representatif, jauh lebih besar. Salah satunya ada di lahan yang Pemerintah Kabupaten Bogor miliki di wilayah Pondok Rajeg," pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati