RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mencatat bahwa wilayah Kabupaten Bogor tercatat menjadi daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat yang mendapat pelayanan kesehatan terbanyak di Jawa Barat
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor mencatat 7.321 ODGJ yang mendapat pelayanan kesehatan, angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
Disusul Kabupaten Sukabumi 3.930 orang, Kota Bandung 3.571 orang, Kabupaten Karawang 3.315 orang, Kabupaten Bekasi 2.970 orang, Kabupaten Cirebon 2.438 orang, Kabupaten Majalengka 2.292 orang, Kota Bogor 2.194 orang, Kota Depok 1.888 orang, dan Kabupaten Ciamis 1.839 orang.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul, menegaskan pemerintah akan memperkuat pendataan sebagai dasar pelaksanaan intervensi secara terpadu.
Baca Juga: Pendalaman Rencana Program dan Anggaran 2027 di Bogor, Kemensos Fokuskan 3 Mandat Presiden
Gus Ipul menjelaskan, ODGJ merupakan salah satu dari 12 kelompok Pemerhati Atensi Sosial (PAS) yang menjadi prioritas penanganan Kementerian Sosial.
Menurut Gus Ipil ODGJ menjadi salah satu dari sekian banyak kelompok rentan, termasuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum, anak-anak telantar, orang atau keluarga yang berpenghasilan rendah seperti pengemis, gelandangan, dan korban TPPO.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini terus melakukan konsolidasi data bersama pemerintah daerah agar seluruh penyandang ODGJ yang membutuhkan bantuan dapat terdata secara akurat.
"Maka itu, kita memperkuat datanya terlebih dahulu, kalau tadi disebut ODGJ di Jawa Barat, kita sedang terus berkonsolidasi dengan daerah tentang data-data tersebut," ujar Gus Ipul kepada Radar Bogor, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menambahkan, data yang telah diverifikasi hingga tingkat by name by address akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan penanganan yang tepat sasaran hingga bisa di intervensi secara bersama-sama.
"Kita punya layanan residensial jika diperlukan, atau juga layanan-layanan yang merupakan bagian dari kunjungan ke kelompok-kelompok rentan yang membutuhkan perawatan," pungkas Gus Ipul. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati