Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang hadir mewakili Bupati Bogor. Dalam sambutannya, Ajat menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama pembangunan daerah, meskipun saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Atasi Masalah Sampah Organik, Tim P2M FT UNJ Kenalkan Mesin Pencacah Daun di Jonggol
Menurutnya, perubahan iklim, alih fungsi lahan, minimnya regenerasi petani, perkembangan teknologi, hingga dinamika pasar menjadi persoalan yang harus dihadapi melalui kerja sama dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Ajat menjelaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai daerah pertanian unggulan. Luas wilayah yang mencapai sekitar 3.000 kilometer persegi, jumlah penduduk yang terbesar di Indonesia, serta letaknya yang strategis sebagai wilayah penyangga Jabodetabek menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai keberadaan penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani agar mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil panen, serta memperkuat daya saing produk pertanian di pasar.
"Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal, penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani agar mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, dan daya saing di pasar," ujar Ajat dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Ajat mengajak seluruh pihak memperluas kolaborasi melalui berbagai inovasi, seperti penyelenggaraan expo pertanian, festival pertanian, hingga temu bisnis yang mempertemukan petani dengan pelaku usaha, sektor perhotelan, investor, maupun pasar potensial agar hasil pertanian Kabupaten Bogor memiliki akses pemasaran yang lebih luas.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya regenerasi penyuluh pertanian sebagai upaya menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian, terutama mengingat besarnya jumlah generasi muda di Kabupaten Bogor yang memiliki potensi untuk terlibat dalam bidang tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan penghargaan kepada para Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendampingi petani serta mendorong lahirnya berbagai inovasi di sektor pertanian.
Saat ini, terdapat 190 penyuluh pertanian swadaya yang telah mengantongi sertifikat kompetensi. Berbagai prestasi yang diraih di tingkat provinsi maupun nasional turut membawa nama Kabupaten Bogor semakin dikenal dalam bidang pertanian.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap muncul berbagai gagasan, inovasi, dan kerja sama baru yang mampu mempercepat terwujudnya sektor pertanian yang modern, produktif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Bogor yang semakin maju dan berdaya saing.
Editor : Eka Rahmawati