RADAR BOGOR - Masyarakat Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kembali menggelar tradisi Seren Taun Lembur Cigoong sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Mengangkat tema "Maju Saparakanca, Nanjeurkeun Adat Dina Nyungsi Amparan Karahayuan", kegiatan budaya tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus momentum untuk memperkuat eksistensi adat Sunda di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaan Seren Taun diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi adat hingga arak-arakan Dongdang yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat Sunda. Selain itu, masyarakat juga disuguhkan beragam pertunjukan seni dan permainan tradisional yang melibatkan seluruh lapisan warga, terutama kalangan generasi muda.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, Seren Taun tidak hanya dimaknai sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Depositkan Rp1 Miliar untuk Korban Taufik Hidayat, Dampingi sampai Sembuh
Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiyat, mengatakan penyelenggaraan Seren Taun Lembur Cigoong menunjukkan bahwa masyarakat masih memegang teguh keterkaitan antara adat istiadat, budaya, dan kehidupan sosial. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi salah satu cara menjaga nilai kebersamaan agar budaya Sunda tetap lestari.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diterima sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam mempertahankan warisan budaya para leluhur.
Asep menambahkan, tema yang diusung tahun ini menggambarkan semangat untuk maju bersama, mempererat persatuan, serta mempertahankan adat sebagai bagian dari jati diri masyarakat Desa Puraseda.
“Kegiatan Seren Taun Lembur Cigoong ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus upaya kita bersama untuk menjaga dan melestarikan adat budaya yang sudah diwariskan oleh para leluhur," ujar Asep Rabu, 1 Juli 2026.
Ia juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, panitia, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan lancar.
Selain mempertahankan prosesi adat dan tradisi Dongdang, panitia turut menghadirkan berbagai permainan tradisional sebagai media edukasi agar generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya daerah.
Asep berharap Seren Taun Lembur Cigoong tidak hanya menjadi agenda rutin setiap tahun, tetapi juga mampu menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya Sunda di Desa Puraseda.
Sementara itu, Kasepuhan Cigoong, Abah Sarji, menyampaikan bahwa Seren Taun merupakan tradisi leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diperoleh masyarakat serta bentuk penghormatan terhadap hubungan harmonis antara manusia, alam, dan adat.
Ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak melupakan identitas budayanya. Menurutnya, adat istiadat harus terus dijaga karena mengandung ajaran tentang kebersamaan, gotong royong, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kami berharap generasi muda tidak melupakan budaya dan nilai-nilai yang telah diwariskan, adat harus terus dijaga, karena di dalamnya terdapat pesan kebersamaan, gotong royong, serta rasa saling menghargai antar sesama," kata Abah Sarji.(cok)
Editor : Eka Rahmawati