Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Game Online Terlarang di Kabupaten Bogor Tembus 100 Ribu Lebih Pemain, DPRD: Segera Berhenti

Abilly Muhamad • Kamis, 2 Juli 2026 | 20:28 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Bogor  Sastra Winara saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Billy/Radar Bogor)

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Billy/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kabupaten Bogor menjadi wilayah angka paling tertinggi se-Indonesia terkait aktivitas game online terlarang yang mencapai 103.092 pemain.

‎Berdasarkan Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), pemain aktivitas terlarang terbanyak diduduki pertama oleh Kabupaten Bogor sebanyak 103.092 pemain, disusul Jakarta Barat sebanyak 89.320 pemain, Jakarta Timur 81.750 pemain dan Kota Bandung sebanyak 80.549 pemain.

‎Dari jumlah pemain terbanyak se-Indonesia, perputaran keuangan transaksi telarang asal Kabupaten Bogor tembus hingga Rp414,4 miliar dan mayoritas disebut PPATK berusia produktif dari usia 20-30 tahun.

Baca Juga: Game Online Terlarang di Kabupaten Bogor Terbanyak di Indonesia, Rudy Susmanto: Kita Perangi

‎Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan bahwa, wilayah Kabupaten Bogor menduduki peringkat pertama karena jika dilihat jumlah penduduk, Kabupaten Bogor memiliki jumlah tertinggi di Indonesia.

‎"Ketika kita melihat jumlah penduduk kita dengan daerah-daerah lain kenapa dianggap lebih tinggi karena jumlah penduduknya yang banyak 6.130.000 orang," kata Sastra, Kamis, 2 Juli 2026.

‎Sehingga, kata Sastra, dengan jumlah penduduk terbanyak itu, jika dihitung warga yang terindikasi main maka akan sama dengan jumlah daerah yang lain.

‎"Kalau lihat dari jumlah penduduk dan mungkin dihitung banyak warga yang terindikasi main, saya kira kalau dibagi dengan daerah lain juga hampir sama," jelasnya.

‎Kendati begitu, Sastra mengungkapkan, game online terlarang tersebut sangat bahaya, selain merugikan diri sendiri juga akan merugikan banyak orang.

‎"Bukan hanya merugikan kepada diri sendirinya, tapi merugikan orang lain," imbuhnya.

‎Oleh karena itu, Sastra mengimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk menjauhi kegiatan terlarang tersebut.

‎"Imbauan kepada generasi muda masyarakat Kabupaten Bogor berhenti bermain kita melawan sistem atau mesin kita tidak bakal menang melawan mesin," pungkasnya.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #dprd #game online terlarang