RADAR BOGOR – Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bogor diwarnai tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan teknis.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.240 orang tua calon murid mendatangi layanan Help Desk untuk menyelesaikan berbagai kendala selama proses pendaftaran SPMB.
Layanan tersebut disediakan Disdik Kabupaten Bogor sebagai pusat pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan saat mengikuti proses SPMB jenjang SD maupun SMP secara daring.
Pelaksana Program dan Pelaporan SPMB Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana, mengatakan kehadiran Help Desk bertujuan memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru berjalan lebih transparan, mudah diakses, serta memberikan pelayanan yang inklusif kepada masyarakat.
"Selama pelaksanaan SPMB jenjang SD dan SMP, tercatat sebanyak 1.240 orang tua datang ke Help Desk Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pendampingan terkait berbagai kendala yang mereka alami," ujar Iqbal, Jumat 3 Juli 2026.
Menurutnya, keberadaan Help Desk menjadi bagian dari komitmen Disdik Kabupaten Bogor agar seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan tanpa terkendala persoalan teknis.
Baca Juga: HUT ke-19 RS Melania Bogor, Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan Prima
"Kami ingin memastikan setiap calon murid yang mendaftar ke sekolah negeri, baik tingkat SD maupun SMP, dapat mengikuti proses SPMB dengan lancar, mudah, transparan, dan memperoleh akses layanan pendidikan secara optimal," jelasnya.
Iqbal mengungkapkan, sebagian besar permasalahan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kendala pada akun pendaftaran.
Banyak orang tua lupa kata sandi maupun akun yang digunakan, sehingga tidak dapat melanjutkan proses registrasi.
Selain itu, terdapat pula persoalan pembaruan data pribadi, perubahan akun, hingga munculnya akun ganda akibat proses pembuatan akun yang dilakukan lebih dari satu kali.
Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan penyesuaian maupun penghapusan salah satu akun agar pendaftaran dapat dilanjutkan.
"Mayoritas warga datang karena mengalami kendala teknis, seperti lupa password, lupa akun, pembaruan data diri, perubahan akun, hingga munculnya akun ganda yang harus diverifikasi terlebih dahulu. Ada juga yang meminta penjelasan mengenai prosedur pendaftaran SPMB," terang Iqbal.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni, membenarkan masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat selama proses penerimaan murid baru tahun ini.
Menurutnya, selain masalah akun pendaftaran, sebagian calon peserta didik juga mengalami persoalan administrasi, termasuk dokumen Kartu Keluarga (KK) yang belum memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Ragam Kolam dan Wahana Seru di Fun Park Water Boom, Liburan Hemat Ramah Keluarga
"Beberapa kendala yang paling sering kami temui antara lain dokumen Kartu Keluarga yang belum memenuhi persyaratan, kesulitan mengakses sistem pendaftaran, hingga persoalan administrasi lainnya," kata Rameni.
Ia mengimbau masyarakat agar terlebih dahulu menghubungi operator sekolah apabila mengalami hambatan selama proses SPMB.
Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat penyelesaian masalah tanpa harus langsung datang ke kantor Disdik.
"Jika masih mengalami kendala saat mendaftar, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada operator sekolah. Apabila permasalahan belum dapat diselesaikan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Help Desk Disdik agar penanganannya lebih cepat dan efektif," pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin