RADAR BOGOR - Ruas Jalan Raya Puncak hingga jalur alternatif Puncak, Kabupaten Bogor mengalami kepadatan arus kendaraan pada momen libur sekolah ini. Kepadatan terjadi tidak hanya di akhir pekan, tetapi juga di hari biasa.
Berbagai rekayasa lalu lintas diterapkan, meski demikian, antrean kendaraan tetap terjadi akibat sejumlah titik persimpangan yang dinilai menjadi hambatan utama kelancaran arus lalu lintas.
Sekretaris Jenderal BPC PHRI Kabupaten Bogor Boboy Ruswanto mengatakan, bahwa ini merupakan persoalan lama di jalur Puncak.
Menurutnya, terdapat tiga titik krusial penyebab kepadatan kendaraan, yakni persimpangan Pasirmuncang, Cipayung Girang, dan kawasan Pasar Cisarua.
Baca Juga: NU Kabupaten Bogor Dukung Bupati Rudy Susmanto Perangi Narkoba hingga Aktivitas Terlarang
"Ruas jalan di ketiga titik tersebut relatif sempit, ketika volume kendaraan meningkat seperti pada musim libur sekolah maupun akhir pekan, otomatis terjadi kemacetan," ujar Boboy Jumat, 3 Juli 2026.
Boboy menilai ini bukan persoalan baru karena telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, oleh karenanya diperlukan langkah konkret berupa peningkatan kapasitas jalan agar kepadatan lalu lintas dapat diminimalisir.
Ia mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menata sejumlah persimpangan di jalur Puncak.
Meski begitu, Boboy berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan mengingat tingginya mobilitas wisatawan yang datang ke kawasan Puncak setiap musim liburan.
"Dengan infrastruktur jalan yang memadai, wisatawan juga dapat lebih nyaman, masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Puncak juga dapat merasakan manfaat dari kelancaran akses menuju berbagai destinasi wisata," tukasnya.
Sebelumnya, Pemkab Bogor akan melakukan penataan di sejumlah persimpangan di Jalan Raya Puncak, Bogor.
Saat ini, data terkait jumlah bangunan yang akan ditertibkan telah dilimpahkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor, dan tinggal menunggu instruksi Bupati Bogor untuk dieksekusi.
Dari data yang dihimpun, ada 8 persimpangan yang akan dilakukan penataan di antaranya; Simpang Gadog sebanyak 29 bangunan, Simpang Pasirmuncang sebanyak 15 bangunan, Pasir Angin 10 bangunan, Simpang Megamendung sebanyak 48 bangunan.
Kemudian di Kecamatan Cisarua di antaranya; Simpang Cilember sebanyak 13 bangunan, Simpang Hankam 24 bangunan, kawasan Pasar Cisarua sebanyak 80 bangunan, dan Simpang TSI 18 bangunan.(cok)
Editor : Eka Rahmawati