RADAR BOGOR – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui khitanan massal gratis bagi 30 anak dhuafa.
Kegiatan sosial khitanan massal itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 sekaligus memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Khitanan massal berlangsung pada Sabtu 4 Juli 2026 di Musholla Al-Muttaqin, Graha Puspasari 1, Kecamatan Citeureup.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara IDI Cabang Kabupaten Bogor dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Musholla Al-Muttaqin.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Ketua IDI Cabang Kabupaten Bogor, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kabupaten Bogor, pengurus DKM, serta jajaran pengurus RW dan RT di lingkungan Graha Puspasari 1.
Ketua DKM Musholla Al-Muttaqin, Ustaz Asdik, bersama Ketua RW Fiska Roni menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
Baca Juga: Brio Hantam 4 Kendaraan di Perlintasan Kebon Pedes Bogor
Keduanya berharap program khitanan massal dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Ketua IDI Cabang Kabupaten Bogor, dr. Kornadi, SpJP, FIHA, FAsCC, MKM, menegaskan bahwa organisasi profesi dokter memiliki tanggung jawab untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Tidak hanya melalui pelayanan medis di fasilitas kesehatan, tetapi juga lewat berbagai kegiatan kemanusiaan.
"Melalui momentum Hari Bakti Dokter Indonesia ini, kami ingin terus memperkuat kontribusi sosial IDI," katanya.
"Pengabdian dokter tidak hanya dilakukan di ruang praktik, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya khitanan massal dengan dukungan tim medis terbaik yang kami miliki," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, SH, MHKes, MARS, memberikan apresiasi terhadap konsistensi IDI dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.
Baca Juga: Pintu Masuk Bogor di Baranangsiang Macet Mengular, Ribuan Wisatawan Serbu Kota Hujan
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kabupaten Bogor, Klinik Utama Jantung Paru Insani Citeureup, serta Klinik dr. Anton Lokananta.
Selain memberikan layanan khitanan secara cuma-cuma, panitia turut menyerahkan bingkisan serta santunan kepada seluruh 30 anak dhuafa yang mengikuti kegiatan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah kebahagiaan peserta sekaligus meringankan beban keluarga mereka. (***)
Editor : Yosep Awaludin