RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membutuhkan bantuan Pemerintah Pusat terkait rencana pembangunan jalur kereta api Jasinga-Tenjo dan kereta gantung di Puncak
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor Bambam Setia Aji menyampaikan terkait pembangunan jalur kereta api di Jasinga-Tenjo beberapa waktu lalu investor telah datang ke Kabupaten Bogor.
"Sudah datang salah satu investor dari China, mereka menawarkan salah satu untuk membangun dua rute kereta api, selain di Puncak di Tenjo-Jasinga," ujar Bambam, Senin, 6 Juli 2026.
Baca Juga: Kepergok Bobol Rumah di Gunung Putri Bogor, Pria 38 Tahun Ditangkap Warga
Menurut Bambam China memang memiliki teknologi yang luar biasa, meski harga yang ditawarkan menurut mereka relatif murah.
"Tetapi menurut perhitungan kita, karena kurs mata uang yang kita sedang depresiasi sekarang jadi menawarkan untuk pembangunan rel Jasinga-Tenjo sampe ke angka Rp4-5 triliun," jelasnya.
Sedangkan untuk kereta gantung di Puncak kata Bambang diperkirakan Rp9-10 triliun
"Kalau misalnya yang di Jasinga itu dia rel seperti biasa, kalau di Puncak, gantung, perkembangannya seperti itu," paparnya.
Setelah investor menyampaikan teknologi yang dimiliki, pihaknya berfikir secara kemampuan finansial dan jika, Bupati Bogor ingin salah satu dibangun misalnya di Jasinga maka akan terkendala terkait dengan anggaran.
"Bupati kan tidak pengen meninggalkan utang diakhir masa jabatan beliau, sehingga paling murah beliau harus menyisihkan Rp1 triliun untuk yang hanya Jasinga-Tenjo saja," ungkapnya.
Dengan begitu, Bambam menyebut rencana tersebut bisa saja direalisasikan, asalkan menunggu jawaban dari pemerintah pusat.
"Kemarin Bupati komitmennya bahwa tanah akan disediakan oleh Pemkab Bogor, sedangkan sarana-prasaran ya dibantu oleh pemerintah pusat, karena yang besar di pusat," ucap Bambam.
Begitu juga, ia berharap, setelah Feasibility Study (FS) dibuat dan diserahkan ke pemerintah pusat, maka dapat mengakomodir pembangunan tersebut.
"Mudah-mudahan kita masih berfikir bahwa mau mengakomodir itu, tapi minimal setelah FS dari kita buat, kita akan coba memetakan lahan-lahan mana yang akan terkena untuk pembebasan jalan kereta api tersebut," pungkasnya. (abl)
Editor : Eka Rahmawati