Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Proyek Kereta Gantung Puncak Bogor Disiapkan, Hubungkan Gunung Mas hingga Summarecon

Abilly Muhamad • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:37 WIB
Ilustrasi kereta gantung di Puncak yang tengah digodok Pemkab Bogor.
Ilustrasi kereta gantung di Puncak yang tengah digodok Pemkab Bogor.

RADAR BOGOR – Pemkab Bogor terus mematangkan rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mendukung mobilitas dan pariwisata.

Jalur transportasi kereta gantung itu dirancang menghubungkan kawasan Summarecon dengan Rest Area Gunung Mas melalui sistem shelter atas dan shelter bawah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan konsep pembangunan kereta gantung telah disiapkan.

Saat ini, pemerintah daerah tinggal melanjutkan proses kajian teknis sebelum proyek tersebut dapat direalisasikan.

"Secara konsep semuanya sudah tersedia. Saat ini kami tinggal melanjutkan tahapan berikutnya agar rencana tersebut bisa diwujudkan," ujar Rudy, Selasa 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, konsep yang disusun membagi jalur kereta gantung menjadi dua titik utama.

Baca Juga: Hasil Drawing MSC 2026, Main Stage MLBB di Paris Hadirkan Grup Neraka

Shelter bawah direncanakan berada di kawasan Summarecon, sebelum pintu masuk Gadog, sedangkan shelter atas akan berakhir di Rest Area Gunung Mas, Puncak.

"Rancangannya menggunakan dua shelter. Shelter bawah berada di kawasan Summarecon yang nantinya juga disiapkan sebagai area park and ride. Sementara titik akhirnya berada di Rest Area Gunung Mas di kawasan Puncak," jelasnya.

Meski demikian, Rudy belum dapat memastikan kapan proyek tersebut akan mulai dibangun.

Menurutnya, pembangunan kereta gantung membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga perlu melalui sejumlah tahapan sebelum masuk ke proses konstruksi.

Selain kereta gantung, pemerintah juga mengkaji berbagai konsep pengembangan transportasi lainnya, termasuk integrasi dengan moda angkutan massal.

Namun seluruh rencana tersebut harus mempertimbangkan aspek pembiayaan secara realistis.

"Selain kereta gantung, ada juga sejumlah konsep transportasi lain yang sedang dikaji. Namun kami harus melihat secara objektif karena nilai investasinya memang sangat besar," katanya.

Saat ini, Pemkab Bogor masih memfokuskan proses pada penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan kelayakan teknis, ekonomi, maupun investasi sebelum proyek dilaksanakan.

Baca Juga: Rumah Lansia di Hambalang Roboh, Pemkab Bogor Segera Cairkan Bantuan Rutilahu Rp20 Juta

"Karena membutuhkan investasi yang besar, tahapan yang sedang kami jalankan saat ini adalah feasibility study sebagai dasar pengambilan keputusan," ungkap Rudy.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Bogor membuka peluang kerja sama dengan investor yang berminat mengembangkan proyek transportasi tersebut.

Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi pilihan utama agar pembangunan tidak membebani keuangan daerah.

"Jika ada investor yang tertarik, tentu akan kami tindak lanjuti melalui komunikasi dan pembahasan lebih lanjut," ujarnya.

Rudy memastikan pembangunan kereta gantung Puncak tidak akan dibiayai menggunakan APBD.

Pasalnya, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai triliunan rupiah sehingga lebih memungkinkan direalisasikan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.

"Kami tidak ingin membebankan pembangunannya kepada APBD. Nilai investasinya sangat besar, sehingga kami lebih mengutamakan keterlibatan investor atau pihak swasta dalam merealisasikan proyek ini," tegasnya. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
#gunung mas #puncak #pemkab bogor #kereta gantung