Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hadapi Tantangan Fiskal Daerah, ASN Pemkab Bogor Diminta Makin Peka

Abilly Muhamad • Selasa, 7 Juli 2026 | 23:01 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan pesan di hadapan para ASN Pemkab Bogor. (Diskominfo Kabupaten Bogor)
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan pesan di hadapan para ASN Pemkab Bogor. (Diskominfo Kabupaten Bogor)

‎RADAR BOGOR – Menghadapi kondisi fiskal yang semakin menantang pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika keuangan daerah.

Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh pelaksanaan program pemerintah tetap berjalan secara efektif di tengah keterbatasan anggaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa proyeksi kondisi fiskal daerah pada tahun mendatang diperkirakan lebih berat dibandingkan periode sebelumnya.

Karena itu, setiap perangkat daerah dituntut mampu bersikap adaptif, memahami kondisi yang berkembang, serta menerapkan prinsip efisiensi dalam menjalankan program tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Penerapan Lampu Lalu Lintas di Simpang Bomang Bogor Akan Diberlakukan Permanen

Menurut Ajat, seluruh aparatur perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi yang sedang dihadapi. Dengan demikian, setiap kebijakan maupun penggunaan anggaran dapat dilakukan secara cermat, tepat sasaran, hemat, dan tetap memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

‎“Kita perlu memiliki kepekaan terhadap situasi krisis, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Ajat, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah harus segera menyesuaikan strategi kerja sesuai kondisi fiskal saat ini. Di bidang kesehatan, misalnya, rumah sakit milik pemerintah daerah diharapkan tetap mampu memberikan pelayanan terbaik melalui tata kelola yang lebih efisien, tanpa menimbulkan tambahan beban pembiayaan yang tidak memberikan nilai produktif.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan pemanfaatan berbagai aset milik pemerintah.

Sarana seperti videotron, billboard, serta ruang terbuka berupa taman dipandang memiliki potensi untuk memberikan tambahan penerimaan daerah di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

Upaya peningkatan pendapatan juga dilakukan melalui sektor perpajakan. Pemerintah daerah berencana memperkuat proses pendataan sekaligus penataan perizinan vila di kawasan Puncak agar lebih tertib, sehingga potensi penerimaan pajak daerah dapat dimaksimalkan.

Walaupun menghadapi tekanan terhadap kemampuan fiskal, Ajat menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Berbagai program, seperti penataan lingkungan, normalisasi saluran air, hingga kegiatan menjaga kebersihan kawasan, tetap harus dilaksanakan melalui kerja sama lintas perangkat daerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, para camat, kepala desa, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut saat ini mulai terlihat dalam penataan kawasan jalur Cijayanti–Bojong Koneng yang tengah dipersiapkan sebagai salah satu representasi wajah Kabupaten Bogor.

Ajat menambahkan, Pemkab Bogor tetap berkomitmen memperkuat integritas aparatur, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga meskipun daerah sedang menghadapi tantangan fiskal yang cukup besar.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #asn #fiskal