Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tangis Ibu asal Bogor di Hadapan Gubernur Jawa Barat, Begini Reaksi KDM Dengar Kasus Dugaan Penganiayaan Siswi SMA

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:12 WIB
Gubernur Jawa Barat, KDM saat menemui ibu korban penganiayaan asal Bogor. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, KDM saat menemui ibu korban penganiayaan asal Bogor. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

RADAR BOGOR - Tangis seorang ibu bernama Rubi, warga Bojonggede, Kabupaten Bogor pecah saat menyampaikan pengaduan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi) meminta, bantuan agar dugaan penganiayaan yang dialami putrinya, yang masih berstatus pelajar SMA berusia 16 tahun, mendapat penanganan hukum yang adil.

Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi berusaha menenangkan Ruby sekaligus menggali kronologi peristiwa yang dialami anaknya.

Baca Juga: Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final

"Kenapa menangis? Masalahnya apa? Bantuan apa yang Ibu harapkan?," tanya KDM kepada Rubi di Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

Rubi kemudian menjelaskan, putrinya diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, seorang pria berusia 21 tahun.

Korban Masih Duduk di Bangku SMA

Menurut penuturan Rubi, putrinya saat ini masih bersekolah di salah satu SMA Negeri dan baru saja naik ke kelas tiga. 

Hubungan korban dengan pelaku, diketahui telah berlangsung sekitar satu setengah hingga dua tahun.

Keluarga awalnya tidak mengetahui hubungan tersebut. 

Mereka mengira pelaku hanya sebatas teman di lingkungan Karang Taruna yang sesekali mengantar jemput korban.

"Kami tidak tahu kalau mereka berpacaran. Kami pikir hanya teman karena tinggal satu desa," ujar Rubi.

Pelaku sendiri disebut telah bekerja di sebuah hotel.

Diduga Mengalami Kekerasan Hingga Luka di Kepala dan Rahang

Rubi mengungkapkan, putrinya mengalami penganiayaan yang menyebabkan sejumlah luka serius.

Ia mengatakan, kepala korban dibenturkan ke tembok hingga mengalami benjol. 

Baca Juga: Comeback Spektakuler, Argentina Menang Dramatis 3-2 Lawan Mesir

Selain itu, korban juga dipukul pada bagian pipi sehingga rahangnya bergeser dan hingga kini belum menjalani operasi.

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi memastikan, timnya akan membantu menindaklanjuti persoalan tersebut.

Hasil Visum Dipertanyakan Keluarga

Dalam kesempatan itu, Rubi juga mempertanyakan, hasil visum yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi luka yang dialami putrinya.

Ia mengaku, memiliki dokumentasi berupa foto dan video yang memperlihatkan luka-luka korban setelah kejadian. 

Namun, hasil visum yang diterbitkan rumah sakit disebut hanya mencatat luka pada bagian kaki dan tidak mencantumkan luka di kepala.

"Foto dan videonya masih ada, Pak," kata Rubi kepada KDM.

Dedi Mulyadi pun meminta, seluruh dokumentasi tersebut diserahkan kepada timnya sebagai bahan pendampingan.

Proses Hukum Sempat Terkendala

Rubi menjelaskan, laporan telah dibuat di Polsek Bojonggede. 

Korban juga telah menjalani pemeriksaan, sementara pelaku kini kembali menjalani proses penyidikan.

Pernyataan itu mendapat respons dari Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, korban masih berusia di bawah umur, sedangkan terduga pelaku telah berusia dewasa. 

Baca Juga: Update Bantuan Cair 8 Juli 2026, Ada PPSE Batch 6 dan PIP Rp450.000

Karena itu, menurut KDM perkara tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Korban masih anak di bawah umur, sementara yang diduga melakukan penganiayaan sudah dewasa," tegas Dedi Mulyadi.

Korban Disebut Sering Diminta Mengantar Pelaku Bekerja

Dalam penjelasan lanjutan, Rubi mengungkapkan selama menjalin hubungan, putrinya diduga sering mendapat perlakuan verbal yang tidak pantas.

Bahkan, tanpa sepengetahuan keluarga, korban disebut kerap diminta mengantar dan menjemput pelaku bekerja menggunakan sepeda motor miliknya.

Pengakuan tersebut menambah rangkaian cerita yang disampaikan Rubi di hadapan Gubernur Jawa Barat sebagai bentuk harapan agar kasus yang menimpa putrinya memperoleh perhatian dan penanganan secara menyeluruh sesuai prosedur hukum yang berlaku. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #KDM #gubernur jawa barat