Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rencana Pemberlakuan Tarif Parkir Baru di Stasiun Cibinong Bogor Dikeluhkan

Abilly Muhamad • Rabu, 8 Juli 2026 | 21:27 WIB

Suasana parkir di Stasiun Cibinong, Kabupaten Bogor. Pengelola stasiun berencana mengaktifkan sistem parkir baru. (Hendi Novian/Radar Bogor)

Suasana parkir di Stasiun Cibinong, Kabupaten Bogor. Pengelola stasiun berencana mengaktifkan sistem parkir baru. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pengusaha penitipan motor, ojek pangkalan hingga pengunjung mengeluhkan rencana penerapan tarif parkir baru di Stasiun Cibinong, Kabupaten Bogor.

Stasiun Kereta Api Cibinong akan menerapkan tarif parkir bagi para pengunjung terhitung mulai 10 Juli 2026 dengan harga bervariatif. 

Untuk tarif motor selama 5 menit ditarif Rp2 ribu, 1 jam pertama Rp3 ribu, jam berikutnya ditambah Rp2 ribu, tarif 12 jam Rp10 ribu dan tarif inap hingga Rp15 ribu.

Kemudian untuk mobil, 5 menit pertama parkir Rp3 ribu, 1 jam pertama Rp5 ribu, jam berikutnya ditambah Rp3 ribu, 12 jam Rp25 ribu dan tarif inap sebesar Rp30 ribu.

Baca Juga: Pemprov Jabar Raih Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026, Gencar Kembangkan Ekonomi Syariah

Selain itu untuk tarif truk, 5 menit pertama Rp5 ribu, 1 jam pertama Rp6 ribu, jam berikutnya ditambah Rp4 ribu, tarif 12 jam parkir Rp30 ribu dan tarif inap Rp35 ribu.

Salah satu pengunjung Stasiun Cibinong, Andri menyampaikan bahwa penerapan tarif parkir baru yang akan dilakukan di Stasiun Cibinong disebut belum siap.

Karena, kata dia, secara fasilitas parkir yang akan dijalankan di stasiun tersebut belum memadai.

"Sekarang kaya Kanopi belum ada, harganya lumayan inilah, tapi fasilitasnya yang kita dapat gak seimbang," ungkap Andri, Rabu, 8 Juli 2026.

Andri juga menyebut harga tarif yang disediakan itu sangat memberatkan para pengunjung Stasiun Cibinong. 

Apalagi, kata Andri dengan fasilitas yang ada tentu tak sebanding dengan tarif, kecuali jika fasilitas yang disediakan memadai dan meminta penerapan parkir baru perlu dikaji kembali oleh pihak terkait.

"Diberlakukan tapi dengan catatan, terutama antre," tuturnya.

Sementara itu Ketua Ojek Pangkalan Stasiun Cibinong, Nandang mengaku bahwa dengan rencana penerapan tarif tentu akan berdampak terhadap aktivitas yang dijalankan.

Ia mengungkapkan, dampak yang akan terjadi itu, biasanya para ojek menunggu penumpang yang turun dari kereta menunggu di dalam area stasiun secara gratis.

Karena itu, ia menginginkan tak ada penerapan tarif bagi ojek pangkalan yang mencari penumpang di dalam area Stasiun Cibinong.

"Ya kalau kita dasarnya kita cari buat perut sehari-hari, tetap aja gratis, biasanya juga gratis bebas," jelasnya.

Nandang menyebut bahwa sebelumnya pihak terkait juga menawarkan member bagi ojek pangkalan.

"Biasanya kita mengajukan ke PT harus minta gratis karena awalnya tidak ada parkiran," imbuhnya.

Ia pun menilai penerapan parkir di Stasiun Cibinong minim sosialisasi.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#stasiun cibinong #bogor #parkir