RADAR BOGOR – DPRD Kabupaten Bogor memastikan sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas penyusunan APBD Tahun 2027 dan salah satu wilayah yang menjadi perhatian yakni Kecamatan Tanjungsari yang hingga kini masih membutuhkan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Cianjur menjadi salah satu fokus yang akan diperjuangkan dalam pengalokasian anggaran tahun depan.
“Tentu pertama kita melihat keuangan daerah di sektor kesehatan harus menjadi skala prioritas utama untuk masyarakat kita, apa lagi yang wilayahnya di wilayah perbatasan seperti Tanjungsari, makanya akan kita lokasikan anggaran di 2027,” ujar Sastra kepada Radar Bogor, Rabu, 8 Juli 2026.
Baca Juga: Warga Binaan Lapas Cibinong Bogor Bisa Cek Remisi dan Tanggal Bebas Lewat Saung Kahiji
Ia menjelaskan, DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk mengetahui wilayah yang paling membutuhkan peningkatan pelayanan kesehatan.
“Makanya nanti kita tanyakan ke Dinkes, pelayanan yang cukup krodit kajian apa yang bisa lakukan, agar penanganan peningkatan fasilitas kesehatan dapat secara cepat terealisasi dan dirasakan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor tengah mengkaji rencana peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.
Wilayah paling timur Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur tersebut masih minim fasilitas rawat inap dan belum memiliki rumah sakit, baik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun swasta.
Masyarakat pun harus menempuh jarak lebih dari 23 kilometer menuju RSUD Raden Haji (RH) Satibi Cileungsi untuk mendapatkan layanan rawat inap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty mengatakan, pihaknya akan mengkaji dan mendata jumlah kunjungan masyarakat Tanjungsari yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Nanti kita kaji lagi ya, karena kita akan lihat dulu berapa jumlah kunjungan yang memerlukan fasilitas rujukan di sana,” katanya.
Ia mengakui wilayah Kecamatan Tanjungsari telah memiliki sejumlah Puskesmas, termasuk Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP). Namun, kebutuhan layanan kesehatan tetap akan dikaji berdasarkan jumlah kunjungan dan akses masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPK Apdesi Kecamatan Tanjungsari, Endang Parid Ma’ruf menilai perlu ada peningkatan fasilitas kesehatan, baik melalui penambahan ruang rawat inap maupun pembangunan rumah sakit.
“Jadi memang masyarakat kita kalau ingin mendapatkan pelayanan rawat inap harus ke RSUD di Cileungsi, makanya cukup jauh, seharusnya ada rumah sakit besar, baik swasta atau milik daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan rumah sakit swasta tidak menjadi persoalan selama pelayanannya dapat dijangkau melalui BPJS Kesehatan.
“Memang Puskesmas ada, tetapi kurang ruang rawat inap, tidak masalah jika ada rumah sakit swasta, yang penting terkaver BPJS. Minimal di Cariu, jadi tidak terlalu jauh dari Tanjungsari,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati