RADAR BOGOR – Sosok Sensei Kyoichiro Sugimoto menjadi perhatian dalam Tabligh Akbar bertajuk Menjembatani Ukhuwah: Merangkul Muallaf di Chiba, Jepang yang digelar di Masjid Darussalam Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis, 9 Juli 2026.
Pemimpin dan pengajar Chiba Islamic Cultural Center itu membagikan kisah perjalanan hidupnya, mulai dari latar belakang sebagai keturunan samurai hingga menjadi pendakwah yang telah membimbing ratusan warga Jepang memeluk Islam.
Mengawali penyampaiannya, Sugimoto memperkenalkan dirinya kepada ratusan jamaah.
"Saya biasa dipanggil Sensei, sensei itu artinya guru," ujarnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca Juga: Usai Potongan Aplikasi Dipangkas, Driver Ojol di Bogor Kini Soroti Skema Paket Hemat
Ia kemudian menceritakan perjalanan spiritualnya, Sugimoto mengaku mengucapkan dua kalimat syahadat pada 1997, meski berasal dari garis keturunan Klan Sugimoto yang dikenal sebagai keluarga samurai, ia menegaskan bahwa keislaman telah mengubah arah hidupnya.
"Semenjak saya jadi muslim saya tidak punya samurai tapi yang saya punya adalah iman," katanya.
Dalam kesempatan itu, Sugimoto juga mengisahkan perjalanan pendidikannya hingga meraih gelar doktor di International Islamic University Malaysia dengan mengambil jurusan Industri Halal. Menurutnya, ilmu tersebut menjadi salah satu media dakwah yang efektif di Jepang.
"Industri halal itu sangat populer di Jepang dan ini adalah salah satu cara saya berdakwah," ungkapnya.
Ia menjelaskan, banyak perusahaan Jepang mengundangnya untuk memberikan pemahaman mengenai apa itu halal.
"Di situlah celah untuk berdakwah kepada petinggi perusahaan," tuturnya.
Selain melalui dunia industri, Sugimoto aktif memberikan edukasi kepada masyarakat Jepang. Hingga kini, ia telah menyelenggarakan sekitar 6.000 kelas dakwah, baik secara langsung maupun daring, yang mayoritas diikuti masyarakat nonmuslim.
Tak hanya itu, ia juga telah menggelar sekitar 100 kegiatan bertajuk Tetanggaku Seorang Muslim, program tersebut bertujuan mempertemukan masyarakat Jepang dengan umat Islam agar dapat saling mengenal.
Semua upaya dakwah yang dilakukannya membuahkan hasil, Sugimoto mengaku telah membimbing 280 warga Jepang mengucapkan syahadat.
"Cara dakwah saya langsung melalui Al-Qur'an terjemahan dalam bahasa Jepang yang mudah dipahami dan sudah terdistribusikan 40 ribu Al-Qur'an terjemah kepada penduduk Jepang," pungkasnya.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati