Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Musim Kemarau, Pemkab Bogor Minta Warga Hemat Air dan Ajak Perusahaan Salurkan CSR Air Bersih

Muhammad Ali • Kamis, 9 Juli 2026 | 22:56 WIB
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih seiring meningkatnya dampak musim kemarau di sejumlah wilayah. 

Selain itu, kalangan dunia usaha juga diajak berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengatakan antisipasi dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.

"Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat pertama harus bisa mengantisipasi, menghemat air bersih. Karena dengan datangnya musim kemarau air bersih sangat dibutuhkan," ujar Jaro Ade, Kamis, 9 Juli 2026.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Bogor Sebut Tak Ada Pengamanan Khusus Pasca Surat Edaran Kejagung

Ia juga mengajak para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Bogor untuk turut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui penyaluran program CSR.

"Kepada para pengusaha yang berada di lingkungan Kabupaten Bogor di desa dan kecamatan agar berpartisipasi bersama-sama untuk memberikan CSR-nya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya kepentingan air bersih," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani mengungkapkan, pendistribusian air bersih akibat dampak musim kemarau telah dilakukan secara bertahap sejak 10 Juni hingga 8 Juli 2026 di delapan desa yang tersebar di enam kecamatan.

Pendistribusian diawali pada 10 Juni 2026 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, kepada 125 kepala keluarga atau 517 jiwa dengan bantuan 5.000 liter air bersih.

Selanjutnya pada 12 Juni 2026, bantuan 5.000 liter disalurkan kepada 60 kepala keluarga atau 217 jiwa di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. 

Kemudian pada 13 Juni 2026, BPBD mendistribusikan 5.000 liter air bersih untuk 137 kepala keluarga atau 443 jiwa di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang.

Memasuki 17 Juni 2026, Desa Parakan Muncang kembali menerima bantuan 5.000 liter untuk 90 kepala keluarga atau 273 jiwa. 

Pada 21 Juni 2026, distribusi dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, sebanyak 5.000 liter bagi 41 kepala keluarga atau 203 jiwa serta Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, sebanyak 10.000 liter untuk 327 kepala keluarga atau 1.000 jiwa.

Berikutnya pada 22 Juni 2026, BPBD menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada 266 kepala keluarga atau 1.127 jiwa di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung. 

Sementara pada 23 Juni 2026, Desa Parakan Muncang kembali memperoleh 5.000 liter air bersih untuk 95 kepala keluarga atau 512 jiwa.

Memasuki bulan Juli, pendistribusian kembali dilakukan pada 6 Juli 2026 di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, sebanyak 10.000 liter untuk 120 kepala keluarga atau 555 jiwa.

Kemudian pada 7 Juli 2026, BPBD menyalurkan bantuan di dua lokasi, yakni Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, sebanyak 10.000 liter untuk 195 kepala keluarga atau 755 jiwa dan Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, sebanyak 15.000 liter bagi 653 kepala keluarga (2.189 jiwa).

Terakhir, pada 8 Juli 2026, pendistribusian dilakukan di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, sebanyak 20.000 liter air bersih menggunakan empat mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan 704 kepala keluarga atau 2.139 jiwa.

"Total Keseluruhan pendistribusian air bersih sampai saat ini 105.000 liter," tuturnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #air #kemarau