RADAR BOGOR - Pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar oleh TNI AD belum dimulai.
Sebagai informasi, ground breaking program pengolahan sampah plastik menjadi BBM Solar rencananya akan dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026.
"Diundur sampai waktu yang belum ditentukan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, Kamis, 9 Juli 2026.
Meski demikian, ia memastikan program pengolahan sampah menjadi BBM Solar tersebut akan tetap dilaksanakan oleh TNI AD.
Baca Juga: Dishub Kabupaten Bogor bakal Pasang Lampu Lalu Lintas di 11 Simpang
Ia menjelasan, bahan baku pengolahan sampah plastik itu nantinya diambil dari TPAS Galuga dengan metode pirolisis di lahan pengolahan milik TNI AD.
"Sampah yang di TPAS Galuga itu, mau mereka landfill mining, dipilih dulu, sampah yang dapat jadi pirolisis atau bahan bakar," jelasnya.
Selain itu, ia juga menambahkan, meski Pemkab Bogor miliki program pengelolaan sampah tingkat desa, Namun hal itu tidak akan mempengaruhi program pengolahan sampah yang akan dijalankan oleh TNI.
"Kalau sampah-sampah plastik, kemudian sampah-sampah kayu lainnya, ya sampai ke Galuga sana, yang dikelola (Di Desa) itu sampah rumah tangga," imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkapkan akan dilakukan ground breaking pengelolaan sampah dijadikan BBM Solar.
Rudy menjelaskan, pengelolaan sampah menjadi BBM Solar ini diinisiasi langsung oleh TNI AD.
"Jadi TNI Angkatan Darat punya mesin lalu dibangun pabrik sampah-sampah yang ada, maka menghasilkan BBM," jelas bupati Bogor.
Dalam program itu, Rudy menambahkan Pemkab Bogor berperan dalam melancarkan hal tersebut, salah satunya menyiapkan lahan dan sebagainya.
"Pertama penyediaan lahan, yang ke dua dari sisi perizinan, yang ke tiga dari sumber bahan baku," pungkasnya. (abl)
Editor : Eka Rahmawati