RADAR BOGOR - Kabupaten Bogor masih menjadi salah satu magnet wisata di Indonesia.
Ribuan hingga jutaan wisatawan, terus berdatangan setiap bulan untuk menikmati beragam destinasi alam, kuliner, maupun wisata keluarga.
Namun, tingginya jumlah perjalanan wisata tersebut ternyata belum sepenuhnya berdampak pada tingkat hunian hotel.
Baca Juga: Argentina Difavoritkan ke Semifinal Piala Dunia, Tapi Swiss Berpotensi Bikin Albiceleste Kebobolan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada periode Mei 2026 tercatat sebesar 28,15 persen.
Angka ini mengalami penurunan 1,08 poin dibandingkan April 2026 yang mencapai 29,23 persen.
Okupansi Hotel Bintang Turun, Hotel Nonbintang Justru Naik
Penurunan okupansi terutama terjadi pada kelompok hotel berbintang.
Selama Mei 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 28,52 persen, atau turun 7,89 poin dibandingkan April 2026 yang mencapai 36,41 persen.
Sebaliknya, hotel nonbintang mencatatkan tren yang berbeda.
Baca Juga: Duit Korupsi Bupati Sukoharjo Dipakai Renovasi Rumah Termasuk Beli Innova
TPK hotel nonbintang meningkat menjadi 27,98 persen, naik 11,50 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 16,47 persen.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya pergeseran pilihan akomodasi wisatawan ke hotel dengan tarif yang lebih terjangkau.
Rata-rata Lama Menginap Masih Relatif Singkat
Selain tingkat hunian, BPS Kabupaten Bogor juga mencatat rata-rata lama menginap tamu di hotel masih tergolong singkat.
Tamu yang menginap di hotel berbintang rata-rata menghabiskan waktu 1,21 malam, sedangkan tamu di hotel nonbintang menginap rata-rata 1,19 malam.
Jika dilihat berdasarkan asal tamu, wisatawan mancanegara cenderung tinggal lebih lama dengan rata-rata 2,16 malam.
Baca Juga: DPR Bentuk Panja Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Minta Polri, Kejagung dan TNI Tetap Solid
Sementara itu, tamu domestik rata-rata menginap selama 1,18 malam, yang menunjukkan mayoritas perjalanan masih didominasi kunjungan singkat.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Naik Lebih dari 19 Persen
Di tengah menurunnya tingkat hunian hotel, jumlah perjalanan wisatawan nusantara justru mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Pada Mei 2026, BPS Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 3.312.242 perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) menuju Kabupaten Bogor.
Jumlah tersebut meningkat 19,03 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 2.782.652 perjalanan.
Peningkatan ini memperlihatkan, Kabupaten Bogor tetap menjadi destinasi favorit masyarakat, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Jakarta dan kota-kota penyangga lainnya serta memiliki beragam pilihan objek wisata.
Baca Juga: Tempat Wisata Bogor Anti Macet 2026, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan Bersama Keluarga
Meski demikian, tingginya jumlah perjalanan wisata belum sepenuhnya berbanding lurus dengan okupansi hotel.
Kondisi tersebut mengindikasikan, sebagian besar wisatawan kemungkinan memilih melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari atau menggunakan jenis akomodasi lain di luar hotel.
Data BPS Kabupaten Bogor ini menjadi gambaran penting mengenai dinamika sektor pariwisata daerah.
Ke depan, peningkatan lama tinggal wisatawan dipandang menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha perhotelan dan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim