RADAR BOGOR – Musim kemarau mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Hingga pertengahan Juli 2026, sedikitnya 10 kecamatan dilaporkan mengalami kekeringan yang menyebabkan ribuan warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan kekeringan di puluhan kecamatan tersebut dipicu oleh menurunnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Akibatnya, debit sejumlah mata air terus berkurang sehingga pasokan air bersih untuk masyarakat di 10 kecamatan di Kabupaten Bogor ikut terdampak.
Menurut Adam, wilayah yang terdampak meliputi Citeureup, Nanggung, Babakan Madang, Jonggol, Sukajaya, Sukaraja, Rumpin, Leuwisadeng, Rancabungur, dan Ciseeng.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan sekitar 200 ribu liter air bersih atau setara 40 rit mobil tangki ke 41 titik yang tersebar di 17 desa dan kelurahan.
Bantuan tersebut menjangkau sekitar 6.333 kepala keluarga atau 22.065 jiwa.
Baca Juga: Lahan di Sukaraja Bogor Kebakaran, Damkar Larang Bakar Sampah saat Musim Kemarau
Adam menjelaskan, kondisi cuaca yang kering membuat sebagian masyarakat mulai mengalami krisis air bersih sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari pemerintah.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan Pemkab Bogor telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi kekeringan yang berkepanjangan.
Salah satunya dengan membangun titik-titik sumur dan sumber air baru yang akan dihubungkan melalui jaringan pipanisasi ke wilayah terdampak.
Selain penyediaan sumber air, Pemkab Bogor juga tengah melakukan normalisasi saluran air skala besar di sejumlah kawasan strategis.
Baca Juga: Pertalite Langka? Antrean Mengular di SPBU Solis Bogor, Pengendara Rela Tunggu 30 Menit
Normalisasi dilakukan di wilayah pertanian seperti Cariu dan Tanjungsari, yang memiliki jaringan irigasi untuk mengairi sekitar 800 hektare lahan sawah.
Sementara di kawasan Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur, pengerjaan difokuskan untuk menjaga pasokan air di kawasan sentra perikanan atau Minapolitan dengan luas kolam sekitar 200 hektare.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap berbagai langkah antisipasi tersebut dapat menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, sektor pertanian, maupun perikanan selama musim kemarau berlangsung.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga