Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Rancabungur Bogor Alami Krisis Air Bersih pada Musim Kemarau, 500 Jiwa Lebih Terdampak

Septi Nulawam Harahap • Minggu, 12 Juli 2026 | 21:42 WIB
BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Bantarjaya, Rancabungur, Minggu, 12 Juli 2026. (Dok.BPBD Kabupaten Bogor)
BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Bantarjaya, Rancabungur, Minggu, 12 Juli 2026. (Dok.BPBD Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR - Dampak kekeringan meluas di Kabupaten Bogor pada musim kemarau tahun 2026 ini.  Di Rancabungur, sebanyak lebih dari 500 jiwa mengalami krisis air bersih akibat sumber mata air yang surut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistis BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan krisis air bersih di Kecamatan Rancabungur.

"Sumber mata air warga di wilayah tersebut berkurang akibat intensitas hujan yang menurun, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya," ujar Adam Minggu, 12 Juli 2026.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, krisis air bersih di Rancabungur terjadi di Kampung Moyan RT 01, 02 RW 04, dan RT 01, 02 RW 11.

Baca Juga: Pemkab Bogor Gencar Normalisasi Sungai dan Penertiban Bangunan Liar di Rancabungur

Sementara jumlah warga yang terdampak ditaksir mencapai 210 Kepala Keluarga (KK) dengan 580 jiwa.

Saat ini, kata Adam, penanganan telah dilakukan dengan mengirimkan bantuan air bersih ke warga terdampak.

"Kami telah mendistribusikan air bersih ke titik-titik darurat air bersih, dan ini dilakukan terus selama laporan masuk," jelasnya.

Selain Rancabungur, BPBD Kabupaten Bogor juga telah menerima laporan krisis air bersih di wilayah Babakan Madang.

Di Desa Cijayanti, sebanyak tiga kampung terdampak kekeringan dengan jumlah warga ditaksir mencapai 344 KK dan 1.093 jiwa.

Sementara di Desa Sumur Batu, sebanyak 112 KK dan 421 jiwa terdampak kekeringan tepatnya di Kampung Babakan Jengkol.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Rancabungur #krisis air bersih