Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tingkatkan Kemandirian, Unida Bogor Edukasi ABK Tentang Peternakan Terapan

Yosep Awaludin • Senin, 13 Juli 2026 | 12:12 WIB
Tim PKM Progam Studi Peternakan Fakultas Pertanian Unida Bogor bersama mahasiswa, pengurus, dan peserta LKS ABK INSHIRA usai pelaksanaan kegiatan edukasi peternakan terapan.
Tim PKM Progam Studi Peternakan Fakultas Pertanian Unida Bogor bersama mahasiswa, pengurus, dan peserta LKS ABK INSHIRA usai pelaksanaan kegiatan edukasi peternakan terapan.

RADAR BOGOR – Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda (Unida) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kali ini, Unida menghadirkan program bertajuk “Pendampingan Pengembangan Kemandirian dan Keterampilan Hidup Anak Berkebutuhan Khusus melalui Edukasi Peternakan Terapan di LKS INSHIRA” sebagai upaya mendukung pendidikan inklusif yang aplikatif dan berkelanjutan.

Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus (LKS ABK) INSHIRA, Kabupaten Bogor.

Program dipimpin oleh Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si., dengan anggota tim Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. serta Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum. Dibantu tiga mahasiswa Mazia Nadita, M. Andri Zaenal Mutakin dan Ikhsan Muhamad Ridho.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PKM Reguler Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikti Saintek berdasarkan Kontrak Nomor Induk 207/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Djuanda Bogor yang berperan aktif mendampingi peserta selama proses edukasi, praktik lapangan, hingga kegiatan pembelajaran interaktif.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Cibinong Bogor, Pemotor Meninggal Ditabrak Pick Up yang Oleng

Program ini dirancang untuk membangun kemandirian dan keterampilan hidup (life skills) anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan edukasi peternakan yang mudah dipahami, menyenangkan, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak mengenal berbagai jenis ternak, memahami ragam pakan ternak.

Serta mempelajari dasar-dasar pemeliharaan hewan ternak melalui praktik sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Ketua tim pengabdian, Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa dunia peternakan memiliki nilai edukatif yang mampu membentuk karakter sekaligus melatih kemampuan sosial anak.

"Kami ingin menghadirkan proses belajar yang memberikan pengalaman nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui edukasi peternakan, mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekitar, tetapi juga belajar membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemandirian melalui aktivitas yang menyenangkan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjadi pendamping sekaligus fasilitator yang membantu peserta mengikuti setiap sesi kegiatan.

Kehadiran mahasiswa menciptakan suasana belajar yang lebih akrab sehingga anak-anak merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mencoba berbagai aktivitas yang telah disiapkan.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis-jenis ternak, berbagai jenis pakan ternak, hingga praktik sederhana mengenai cara merawat ternak.

Untuk mendukung proses pembelajaran, tim pengabdian juga menyiapkan berbagai media edukasi seperti modul pembelajaran, poster, buku aktivitas, flashcard, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) agar program dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta maupun orang tua terlihat sejak awal pelaksanaan kegiatan. Salah satu orang tua peserta, Mama Ravana, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi anak-anak.

Baca Juga: Coret Bodi Angkot Tua di Kota Bogor tak Efektif, Sopir Kerap Tambal Pakai Skotlet

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak memperoleh pengetahuan baru tentang dunia peternakan yang sebelumnya belum mereka kenal. Mereka jadi mengetahui bahwa pakan ternak tidak hanya berupa rumput, tetapi juga ada silase dan konsentrat. Pengalaman seperti ini sangat berharga karena menambah wawasan sekaligus membuat mereka belajar dengan cara yang menyenangkan," tuturnya.

Sementara itu, anggota tim pengabdian Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si., menilai program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi dalam mendukung kelompok rentan melalui pendekatan pendidikan yang inklusif serta memanfaatkan potensi lokal.

"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai program jangka pendek. Edukasi peternakan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang efektif untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengembangkan keterampilan hidup sekaligus membangun kemandirian mereka," jelasnya.

Sebagai lembaga yang fokus pada pendampingan dan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus, LKS ABK INSHIRA menyambut baik hadirnya program edukasi peternakan terapan tersebut.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan peserta mengenai dunia peternakan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari metode pembelajaran pada umumnya.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Djuanda Bogor kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Edukasi peternakan terapan diharapkan menjadi salah satu model pembelajaran inklusif yang mampu meningkatkan kemandirian, keterampilan hidup, serta kualitas hidup anak berkebutuhan khusus di Indonesia. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Universitas djuanda peternakan Pengabdian kepada masyarakat