RADAR BOGOR – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bogor mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah, salah satunya di Kampung Bojong RT 02 RW 04, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, yang mengalami kekeringan hingga menyebabkan sumur-sumur warga mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak pada Senin, 13 Juli 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan kekeringan dipicu oleh menurunnya curah hujan secara drastis akibat musim kemarau panjang.
"Hal ini memicu rangkaian dampak beruntun, mulai dari turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air di wilayah tersebut," ujar Adam kepada Radar Bogor, Senin, 13 Juli 2026.
Baca Juga: Lahan Seluas 1 Hektare di Perbatasan Bogor Selatan dan Cijeruk Kebakaran
Menurutnya, sebanyak 300 kepala keluarga atau 845 jiwa terdampak krisis air bersih di Kampung Bojong. Sebagai langkah penanganan darurat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 5.000 liter air bersih atau satu ritase menggunakan armada tangki milik BPBD.
"Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.20 WIB dan menyelesaikan proses pendistribusian dalam waktu kurang lebih tiga jam," tuturnya.
Ia mengungkapkan, bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Air sudah kering dan hampir semua sumur warga kering dan warga harus mencari sumber air ke tetangga sekitar," ucapnya.
Adam menambahkan, hingga penanganan selesai, situasi di lokasi terpantau aman terkendali dan asokan air bersih telah diterima masyarakat. Sementara BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati