RADAR BOGOR – Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Wilayah 2 resmi kembali aktif setelah hampir 5 tahun vakum.
Kebangkitan organisasi mahasiswa tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Wisma Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada 11-hingga 12 Juli 2026.
Kegiatan selama dua hari itu diikuti puluhan mahasiswa Program Studi KPI dari 12 perguruan tinggi yang berasal dari Bogor, Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Cirebon, hingga Tasikmalaya.
Muswilub menjadi forum konsolidasi sekaligus momentum untuk membangun kembali jejaring antarmahasiswa KPI di Wilayah 2 yang terdiri dari Provinsi Jawa Barat, Jakarta dan Banten.
Enam perguruan tinggi dari Bogor yang menjadi tuan rumah yakni Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Laa Roiba Bogor, Universitas Islam Bogor, Universitas Tazkia, Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Bogor.
Sementara itu, enam kampus lainnya berasal dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, STID Mohammad Natsir Bekasi, STAIPI Jakarta, Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, serta Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Tasikmalaya.
Ketua Pelaksana, Bayu Putra Firdenik, mengatakan kebangkitan Forkomnas KPI Wilayah 2 diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi yang mampu meningkatkan kualitas mahasiswa KPI di berbagai daerah.
"Selama beberapa tahun terakhir Forkomnas Wilayah 2 tidak berjalan, melalui Muswilub ini kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan antarprogram studi KPI," ujar Bayu kepada Radar Bogor, Senin, 13 Juli 2026.
Menurutnya, Forkomnas Wilayaah 2 harus menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring serta melahirkan kolaborasi yang berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Dalam sidang pleno Muswilub yang berlangsung secara demokratis, peserta forum secara mufakat menetapkan Nizar Hanafi dari Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya sebagai Koordinator Wilayah 2 Forkomnas KPI periode terbaru, sementara Noor Dzaky dari Universitas Ibn Khaldun Bogor dipercaya mendampingi sebagai Wakil Ketua.
Nizar menyebut amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk memastikan Forkomnas kembali aktif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh mahasiswa KPI di Wilayah 2.
"Forkomnas tidak boleh hanya menjadi organisasi yang aktif saat ada agenda, kami ingin menjadikannya sebagai rumah bersama bagi seluruh mahasiswa KPI untuk saling belajar, berkolaborasi, dan melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan komunikasi dan dakwah di era digital," kata Nizar.
Ia mengungkapkan, kepengurusan baru akan segera menyusun program kerja yang berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa, perluasan kemitraan, serta konsolidasi dengan seluruh Program Studi KPI di Wilayah 2.
"Kami akan menjalin komunikasi dengan kampus-kampus yang belum bergabung agar Forkomnas semakin besar dan semakin kuat. Semakin banyak kampus yang terlibat, semakin luas pula ruang kolaborasi yang bisa dibangun demi kemajuan mahasiswa KPI," tambahnya.
Musyawarah Wilayah Luar Biasa ini menjadi penanda dimulainya babak baru Forkomnas KPI Wilayah 2 setelah hampir lima tahun vakum.
Dengan kepengurusan baru, organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi, pengembangan kompetensi, dan penguatan peran mahasiswa KPI dalam menghadapi tantangan komunikasi Islam di era digital. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati