RADAR BOGOR – Aksi seorang pria yang diduga mengancam penjual jamu menggunakan senjata tajam di Kampung Kamurang, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.
Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa di Citeureup itu terjadi pada Senin 13 Juli 2026 sekitar pukul 00.38 WIB.
Pelaku terlihat mendatangi warung jamu di Citeureup sambil membawa senjata tajam dan memaksa penjual memberikan minuman. Setelah itu, pelaku membawa kabur satu botol minuman sebelum melarikan diri.
Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, anggota Polsek Citeureup langsung mendatangi lokasi pada malam itu untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Pada tadi malam anggota kami sudah ke lokasi untuk cek TKP, melakukan olah TKP dan bertemu dengan korban," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 14 Juli 2026.
Baca Juga: Bupati Bogor Temui PKL Alun-Alun Tegar Beriman, Boleh Berjualan hingga Tengah Malam
Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, Polsek Citeureup memastikan pelaku hanya membawa kabur satu botol minuman.
Meski sempat mengancam menggunakan senjata tajam, tidak ada korban yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Kompol Eddy menjelaskan, Polsek Citeureup telah mengarahkan korban untuk segera membuat laporan resmi sebagai dasar proses hukum.
"Sampai saat ini korban pun masih belum mau kemari, untuk dasar kita melakukan penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.
Ia menuturkan, meski demikian, Polsek Citeureup tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku, sejumlah saksi di sekitar lokasi juga akan dimintai keterangan untuk mempercepat proses pengungkapan kasus.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, diduga pelaku tidak beraksi seorang diri.
Satu orang terlihat masuk ke dalam warung, sementara satu hingga dua orang lainnya diduga menunggu di atas sepeda motor di luar warung jamu tersebut.
Kompol Eddy menambahkan, sebagai langkah antisipasi, Polsek Citeureup akan meningkatkan patroli, khususnya pada malam hingga dini hari di kawasan yang dinilai rawan tindak kriminal, termasuk warung-warung yang beroperasi pada malam hari.
"Apalagi ini tempat-tempat minuman yang jual jamu-jamu itu akan lebih, di patrolinya akan lebih banyak lagi," pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin