RADAR BOGOR - Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) University kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu kelautan dengan menggelar International Summer Course on Marine Science and Technology (ISOSS) 2026 seri ketiga.
Kegiatan yang berlangsung pada Juli 2026 ini, menghadirkan inovasi teknologi terkini untuk mendukung upaya konservasi laut melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), analisis data, hingga komunikasi visual berbasis sains.
Program internasional tersebut menghadirkan dua mahasiswa doktoral dari Wageningen University and Research (WUR), Belanda, yang membagikan pengalaman riset sekaligus penerapan teknologi digital dalam pelestarian ekosistem laut kepada dosen dan mahasiswa multijenjang Departemen ITK IPB University.
IPB Tekankan Pentingnya Teknologi Digital untuk Konservasi Laut
Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) FPIK IPB University, Syamsul Bahri Agus dalam sambutannya menegaskan, perkembangan teknologi digital menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan kerusakan ekosistem laut yang semakin kompleks.
Baca Juga: Di Balik Aksi Sleding Pagar Penjual Ketoprak di Bogor yang Viral di Media Sosial
Dikutip di laman resmi IPB, menurut dia, pemanfaatan teknologi modern, termasuk multimedia dan kecerdasan buatan, dapat membantu peneliti menghasilkan data yang lebih cepat, akurat, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains.
AI ReefCloud Percepat Pemantauan Terumbu Karang
Sesi pertama bertajuk "Coding for Coral: ReefCloud (AI) and R for Reef Biodiversity and Monitoring" dipandu oleh mahasiswa doktoral Wageningen University and Research, Stephanie Martinez.
Dalam pemaparannya, Stephanie menjelaskan bagaimana platform ReefCloud memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat proses analisis foto bawah laut.
Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi terumbu karang dilakukan secara lebih efisien dan hampir real-time.
Baca Juga: Kemensos Hadirkan Bansos dan Tebus Ijazah di Bogor
Selain memperkenalkan AI, peserta juga diajak mempelajari penggunaan bahasa pemrograman R sebagai alat analisis data keanekaragaman hayati.
Kombinasi kedua teknologi tersebut dinilai, mampu menghasilkan analisis mengenai kondisi dan proses pemulihan ekosistem terumbu karang dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode manual.
Videografi Jadi Jembatan Komunikasi Ilmiah
Materi berikutnya mengangkat tema "Sea, Camera, Action! Master Marine Video Production" yang dibawakan oleh mahasiswa doktoral WUR lainnya, Agustin Capriati.
Agustin menjelaskan, hasil penelitian tidak cukup hanya menghasilkan data ilmiah yang kuat, tetapi juga perlu dikemas dalam bentuk komunikasi visual yang menarik agar lebih mudah dipahami masyarakat maupun pembuat kebijakan.
Baca Juga: Mengenal Heat Stroke, Penyakit yang Disebabkan Cuaca Panas Ekstrem, Ini Penjelasan Dinkes Kota Bogor
Dalam lokakarya tersebut, peserta memperoleh pelatihan mengenai teknik produksi video maritim, mulai dari penggunaan kamera di lingkungan perairan, teknik underwater videography, hingga penyusunan storytelling berbasis data ilmiah.
Agustin menilai, perpaduan antara teknologi modern seperti AI dan analisis data menggunakan bahasa pemrograman R, dengan kemampuan menyampaikan pesan melalui videografi menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh peneliti kelautan di era digital.
Perkuat Jejaring Riset Internasional
Melalui penyelenggaraan International Summer Course on Marine Science and Technology (ISOSS) 2026 seri ketiga, Departemen ITK FPIK IPB University kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas kolaborasi riset internasional sekaligus mencetak generasi peneliti kelautan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Program ini diharapkan, mampu melahirkan inovator di bidang konservasi laut yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pelestarian ekosistem laut secara berkelanjutan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim