2 Bulan, 90 Kebakaran Landa Kabupaten Bogor Saat Kemarau, 30 Kasus Terjadi di Lahan Kering

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 14:15 WIB
Petugas Disdamkarmat Kabupaten Bogor saat memadamkan api disebuah lahan kosong. Foto: Damkar for Radar Bogor.
Petugas Disdamkarmat Kabupaten Bogor saat memadamkan api disebuah lahan kosong. Foto: Damkar for Radar Bogor.

RADAR BOGOR – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Bogor memicu lonjakan kasus kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bogor mencatat 90 kebakaran terjadi sepanjang kemarau, dari Juni hingga Juli 2026.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan kosong yang mengering akibat minimnya curah hujan atau kemarau yang melanda.

Baca Juga: Promo Seru Back to School, Wonderland Bogor Hadirkan Buy 1 Get 1 untuk 25 Pengunjung Pertama

“Selama musim kemarau, sejak Juni hingga Juli, jumlah kebakaran sudah mencapai 90 kejadian,” ujar Yudi, Minggu, 19 Juli 2026.

Dari total kejadian tersebut, sekitar 30 kasus merupakan kebakaran lahan, sementara sisanya terjadi di bangunan rumah warga.

Selain kerugian materi, kebakaran pada musim kemarau tahun ini juga menimbulkan korban jiwa. Disdamkarmat mencatat satu orang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di wilayah Citeureup.

Baca Juga: Steak Premium Harga Bersahabat, Meat Your Steak Kini Hadir di Pasar Jambu Dua Bogor

Yudi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama cuaca panas dan kering. Ia meminta warga tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, benda-benda yang dianggap sepele seperti botol kaca atau puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu api, terutama di area yang dipenuhi rumput dan bambu kering.

“Pengalaman di lapangan menunjukkan api sangat mudah menyebar saat kondisi vegetasi kering. Karena itu masyarakat harus benar-benar berhati-hati,” katanya.

Baca Juga: Semarak Muharram di Pabuaran Bogor, MUI Gelar Lomba Keagamaan Antarwarga Rebutkan Piala Bergengsi

Ia juga meminta dukungan para ketua RT dan RW untuk mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran di lingkungan masing-masing serta mengawasi area yang rawan kebakaran.

Disdamkarmat menilai pengawasan lingkungan menjadi penting karena banyak kebakaran bermula dari api kecil yang ditinggalkan tanpa pengawasan, terutama di kebun atau lahan kosong di belakang rumah.

Dengan meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau, masyarakat Bogor diimbau segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor kemarau kebakaran