Burung Masuk Kamar Rumah Sakit, Dosen IPB Ungkap Bahayanya

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:31 WIB
ILUSTRASI: Pakar IPB mengingatkan bahaya burung berkeliaran di kamar rumah sakit.
ILUSTRASI: Pakar IPB mengingatkan bahaya burung berkeliaran di kamar rumah sakit.

RADAR BOGOR - Video yang memperlihatkan seekor burung merpati berkeliaran bebas di dalam kamar salah satu rumah sakit, viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik. 

Kejadian tersebut tidak hanya menjadi sorotan karena dinilai mengganggu kenyamanan pasien, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai standar kebersihan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengingatkan, keberadaan burung liar di ruang perawatan bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Burung Liar Berpotensi Membawa Berbagai Penyakit

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Aisyah Amanda Hanif menjelaskan, masuknya burung liar ke dalam ruang perawatan menunjukkan masih perlunya penguatan penerapan standar kebersihan serta pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.

Baca Juga: Transformasi Digital Finance Jadi Sorotan, IBI Kesatuan Hadirkan Akademisi Thailand Bahas AI dan Bank Digital

Menurut Aisyah, burung liar dapat menjadi media pembawa berbagai mikroorganisme yang berpotensi membahayakan pasien maupun tenaga kesehatan. 

Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena rumah sakit merupakan tempat perawatan bagi pasien yang sebagian memiliki daya tahan tubuh rendah.

Ia mengungkapkan, burung merpati diketahui dapat membawa sejumlah mikroorganisme penyebab penyakit. 

Kotorannya berpotensi mengandung spora jamur Cryptococcus dan Histoplasma, serta bakteri seperti Mycobacterium avium complex dan Staphylococcus aureus. 

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Juli-September 2026 Mulai Diproses di SIKS-NG, Ini Statusnya

Mikroorganisme tersebut dapat memicu infeksi, khususnya pada kelompok yang rentan.

Selain itu, Aisyah menambahkan, kutu yang hidup di tubuh burung merpati juga dapat berpindah dan menggigit manusia. 

Gigitan tersebut berisiko menyebabkan rasa gatal hingga iritasi pada kulit.

Bulu dan Kotoran Burung Turunkan Kualitas Lingkungan Rumah Sakit

Keberadaan burung di dalam ruang perawatan, lanjut Aisyah, tidak hanya meningkatkan risiko penularan penyakit. 

Bulu, debu, serta kotoran burung juga dapat mencemari kualitas udara di dalam ruangan.

Baca Juga: Gudang Spare Part dan Rumah di Tajurhalang Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan

Kondisi itu berpotensi memicu reaksi alergi pada pasien yang sensitif, mengotori fasilitas rumah sakit, serta mengurangi kenyamanan selama proses perawatan berlangsung. 

Karena itu, lingkungan rumah sakit harus dijaga agar tetap steril sesuai standar pelayanan kesehatan.

Rumah Sakit Diminta Bertindak Cepat dan Aman

Aisyah menegaskan, apabila burung liar ditemukan masuk ke ruang perawatan, pihak rumah sakit perlu segera melakukan penanganan dengan cara yang aman tanpa melukai satwa tersebut. 

Setelah burung berhasil dikeluarkan, seluruh akses yang memungkinkan hewan masuk harus segera ditutup agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia juga mengingatkan, proses pembersihan area yang terkena kotoran burung harus dilakukan secara hati-hati. 

Petugas disarankan menggunakan masker N95 dan menghindari menyapu kotoran dalam kondisi kering karena partikel yang mengandung mikroorganisme dapat beterbangan di udara dan berisiko terhirup.

Pemantauan Pasien dan Edukasi Pengunjung Dinilai Penting

Lebih lanjut, Aisyah menyarankan, agar rumah sakit melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan pasien maupun tenaga medis yang kemungkinan sempat terpapar. 

Selain itu, pemasangan imbauan kepada pengunjung agar tidak memberi makan burung di sekitar area rumah sakit juga dinilai penting.

Baca Juga: Resep Kakiage Sosis: Tempura Sayuran Renyah ala Chef dengan Isian Sosis

Langkah tersebut diyakini, dapat mencegah burung kembali datang sekaligus mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang lebih bersih, aman, dan memenuhi standar keselamatan pasien. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
ipb bogor merpati burung rumah sakit