RADAR BOGOR – Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Citeureup hingga Sukamakmur, Kabupaten Bogor atau kawasan Puncak Dua kini hampir rampung dibeton melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Jalan yang sebelumnya berbatu dan kerap tergenang saat hujan itu kini berubah menjadi akses yang lebih layak bagi masyarakat.
Pantauan Radar Bogor, saat ini pengerjaan masih menyisakan beberapa titik dan dilakukan secara bertahap. Selama proses pembangunan, arus lalu lintas di sejumlah lokasi diberlakukan sistem satu arah agar pekerjaan dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Lapangan Sempur Bogor Ditutup sampai 17 Agustus 2026, Warga Bisa Joging ke SSA
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari pengembangan Jalur Puncak dua, khususnya ruas Deaa Tajur, Kecamatan Citeureup, menuju Sukamakmur.
"Ada beberapa trase maka yang jadi kewenangan pemerintah Kabupaten Bogor, menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Barat, kita tindak lanjuti sesuai tugas pokok dan fungsinya masing masing," ujar Rudy kepada Radar Bogor, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Bogor dibangun melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat lewat program IJD.
"Salah satunya melalui inpres jalan daerah (IJD) dari Citeureup hingga Sukamakmur, yang sudah dilaksanakan dari 2025 hingga tahun 2026," ucapnya.
Ia menambahkan, kementrian PUPR telah menyetujui terkait pembiayaaan Inpres Jalan Daerah di wilayah timur Kabupaten Bogor dan dilanjutkan pembiayaannya kembali tahun 2026 hingga 2027.
Menurutnya, selain pembangunan melalui IJD, Pemkab Bogor juga menyiapkan jalan penunjang berupa Jalan POJ yang menghubungkan Jalan Transyogi menuju Desa Sukaresmi.
"Yang sudah kami lakukan pembangunan sebagian di tahun 2025 dan insyaallah bulan Agustus kita lanjutkan kembali pembangunannya hingga masuk ke desa sukaresmi," tuturnya.
Sebagai informasi, proyek rekonstruksi jalan tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pagu anggaran sebesar Rp61.258.587.536, pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 300 hari kalender, terhitung sejak dimulai pada 23 Desember 2025.
Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berupa betonisasi, tetapi juga pengaspalan, pelebaran badan jalan, pembangunan drainase, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), hingga pemasangan pembatas jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati