Rencana pengembangan bus listrik Kabogorbus terus dimatangkan Pemkab Bogor. (Hendi Novian/ Radar Bogor)RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mempersiapkan pengembangan Kabogorbus sebagai layanan transportasi publik berbasis bus listrik yang ramah lingkungan. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama PT TUV Rheinland Indonesia, PT Widya Adi Tunggal Transportasi, jajaran BUMD, serta perangkat daerah terkait pada Senin, 20 Juli 2026.
Fokus pembahasan dalam pertemuan itu meliputi hasil uji coba operasional Kabogorbus, evaluasi skema pembiayaan, kesiapan infrastruktur penunjang, hingga penyusunan strategi pengembangan layanan yang direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Rudy Susmanto menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan uji coba. Ia meminta manajemen operator bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor segera menyusun hasil kajian sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), serta APBD Tahun Anggaran 2027.
“Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan, tetapi efisiensi pembiayaan, kepuasan masyarakat, ketepatan waktu layanan, dan keberlanjutan operasional harus menjadi perhatian utama,” ujar Rudy dalam keterangannya melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Polres Bogor Ungkap 74 Kasus Narkoba dan Tangkap 95 Tersangka Sejak Mei hingga Juli 2026
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan layanan tersebut, Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah opsi pendukung, di antaranya penyediaan area parkir di kawasan Stadion Pakansari serta peluang pemanfaatan fasilitas kelistrikan milik pemerintah untuk mendukung kebutuhan pengisian daya armada bus listrik.
Ketua Tim Uji Coba PT Widya Adi Tunggal Transportasi, Werry Yulianto, mengungkapkan bahwa masa uji coba Kabogorbus yang berlangsung pada April hingga Juni 2026 menggunakan empat unit bus listrik dan satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selama periode tersebut, layanan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Total penumpang tercatat hampir 28 ribu orang dengan load factor rata-rata 79 persen, ini menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan cukup tinggi,” jelas Werry.
Ia menjelaskan, koridor Terminal Bojonggede–AEON Mall Sentul dipilih karena menghubungkan kawasan permukiman, area industri, stasiun KRL, hingga pusat aktivitas ekonomi. Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diselesaikan, seperti keterbatasan jumlah armada, kepadatan lalu lintas di kawasan Bojonggede dan Sentul, rendahnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai, serta minimnya ketersediaan SPKLU.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor meminta dilakukan kajian yang lebih mendalam mengenai pola pergerakan penumpang, termasuk titik naik dan turun penumpang serta integrasi Kabogorbus dengan trayek angkutan kota yang telah beroperasi. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun sistem transportasi publik yang saling terhubung tanpa mengganggu layanan angkutan yang sudah ada.
Editor : Eka Rahmawati