RADAR BOGOR – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor memastikan usulan bantuan rehabilitasi untuk Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Barkah yang beralamat di Kampung Ciawi, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, telah diajukan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sistem Informasi Manajeman Sarana dan Prasarana Madrasah (SIMSARPRAS).
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bogor, Syawaluddin Nasution, mengatakan proposal bantuan tersebut telah diunggah dan diajukan melalui aplikasi Simsarpras pada Desember 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menjelaskan, Kemenag Kabupaten Bogor hanya memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi, dan memberikan rekomendasi terhadap usulan bantuan madrasah yang diajukan melalui Simsarpras.
Sementara keputusan akhir mengenai penerima bantuan rehabilitasi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Baca Juga: Desa Mampir Cileungsi Bogor Punya Danau Luas, Kades Ingin Jadikan Destinasi Wisata
"Terkait ketentuan itu dari pusat yang menentukan, kita hanya bisa berikhtiar. Kami pasti merekomendasikan, tapi itu kembali lagi ke pusat yang berwenang," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa, 21 Juli 2026.
Syawaluddin menuturkan, Kemenag Kabupaten Bogor juga terus memantau kondisi bangunan MIS Al Barkah. Bahkan, pihaknya telah menginstruksikan pengawas madrasah untuk rutin melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
"Saya juga telah memerintahkan pengawas cek madrasah tersebut dan memang sering, mendampingi" ungkapnya.
Ia menambahkan, Kementerian Agama Kabupaten Bogor melalui Pengawas bina dari Madrasah selalu memberikan support dan pengawasan terkait kondisi bangunan tersebut dan memberikan arahan kepada madrasah binaannya dengan kondisi rusak untuk mengajukan bantuan kepada Kementerian Agama RI melalui Simsarpras.
Sebelumnya, kondisi bangunan MIS Al Barkah menjadi sorotan setelah diketahui mengalami kerusakan berat, sekolah yang berdiri sejak 1964 itu terakhir kali direhabilitasi pada 1990. Dinding bangunan mengalami keretakan, sebagian mulai miring, sementara atap sering bocor saat hujan.
Pada 2024, seorang siswa bahkan dilaporkan mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa material atap yang tiba-tiba runtuh akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh.
Pihak sekolah berharap usulan rehabilitasi yang telah diajukan dapat segera disetujui pemerintah pusat sehingga proses belajar mengajar bagi 150 siswa di MIS Al Barkah dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman bangunan yang sewaktu-waktu berpotensi roboh.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati