RADAR BOGOR – Maraknya praktik game online terlarang di Kabupaten Bogor menjadi sorotan serius.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Dedi Aroza, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah memperkuat kolaborasi untuk menekan praktik game online terlarang yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Seruan tersebut disampaikan setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah pelaku game online terlarang terbanyak di Indonesia.
Menurut Dedi, temuan tersebut harus menjadi perhatian bersama karena persoalan game online terlarang idak lagi sekadar berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi telah berkembang menjadi masalah sosial yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
"Data ini semestinya menjadi peringatan bagi seluruh pihak. Praktik ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam ketahanan keluarga, mengganggu kondisi ekonomi rumah tangga, dan berpotensi merusak masa depan generasi muda," ujar Dedi Aroza di Bogor, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menilai, upaya pemberantasan game onlinet terlarang tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.
Baca Juga: Hari Bakti TNI AU ke-79, Koopsudnas Helat Bakti Sosial di Lanud Saleh Basarah Rumpin Bogor
Menurutnya, strategi pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan edukasi masyarakat, penguatan literasi digital, serta membangun kesadaran publik mengenai risiko dan dampak negatif perjudian daring.
"Penindakan tetap penting, tetapi harus dibarengi langkah preventif. Ketika masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya judi game online terlarang ruang bagi praktik tersebut untuk berkembang akan semakin terbatas," katanya.
Dedi juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan tersebut.
Ia menilai pengawasan terhadap aktivitas digital ilegal perlu diimbangi dengan program edukasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga keluarga.
"Sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat. Selain pengawasan, sosialisasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara luas," ungkapnya.
Selain pemerintah, Dedi mendorong tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan untuk ikut berperan aktif dalam membangun karakter dan memberikan pembinaan moral kepada masyarakat.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan dan akhlak menjadi salah satu benteng penting untuk mencegah masyarakat, khususnya generasi muda, terjerumus ke dalam praktik perjudian online.
"Pembinaan moral yang dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, akan memperkuat daya tahan masyarakat terhadap berbagai bentuk penyimpangan, termasuk judi online," tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda oleh berbagai promosi yang menawarkan keuntungan instan melalui platform perjudian digital.
Dedi menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi penggunaan teknologi, khususnya oleh anak-anak dan remaja, serta membangun komunikasi yang terbuka mengenai aktivitas di dunia digital.
Baca Juga: Tiga Komika Nasional Satu Panggung, Stand Up Indo Kota Bogor Buat Sejarah Baru
"Manfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif dan produktif. Jangan sampai masa depan keluarga dipertaruhkan hanya karena tergoda iming-iming keuntungan sesaat yang pada akhirnya justru menimbulkan kerugian besar," pesannya.
Di akhir pernyataannya, Dedi berharap penanganan game online terlarang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum semata, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Apabila pemerintah, aparat, tokoh agama, dunia pendidikan, media, dan masyarakat menjalankan perannya masing-masing secara bersama-sama, saya optimistis penyebaran game online terlarang ditekan sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan kondusif bagi generasi mendatang," pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin