RADAR BOGOR - Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke SMAN 1 Babakanmadang, Kabupaten Bogor diwarnai perhatian terhadap kondisi lingkungan sekolah.
Saat meninjau area sekolah, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menemukan saluran air yang dipenuhi tumpukan sampah sehingga berpotensi menghambat aliran air.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala SMAN 1 Babakanmadang, R. Sopian Nirwan turut mendampingi Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Ketika Seleksi Kepala Sekolah Berhenti di Tengah Jalan: Menunggu Kepastian bagi Guru PPPK
KDM kemudian menyoroti keberadaan pengaman besi permanen yang dipasang di atas saluran air.
Menurut Dedi Mulyadi, konstruksi tersebut justru menyulitkan proses pembersihan ketika sampah menumpuk.
Pengaman Permanen Dinilai Menyulitkan Pembersihan
Di hadapan Kepala SMAN 1 Babakanmadang, R. Sopian Nirwan, Dedi Mulyadi meminta agar pengaman permanen tersebut dibongkar sehingga saluran air lebih mudah dibersihkan.
"Terus nanti ini anak-anak suruh bersihin ini. Ini kan susah dibukanya, paten ya. Akibat susah dibuka, sampahnya numpuk. Nanti bongkar, Pak," ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Cegah Perilaku Penyimpangan, Pemkot Bogor Bentuk Tim Khusus
Menurut Dedi, desain fasilitas sekolah harus mempertimbangkan kemudahan perawatan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Siswa Diminta Memiliki Tanggung Jawab terhadap Lingkungan Sekolah
Selain meminta perubahan pada pengaman saluran air, Dedi Mulyadi juga mengajak pihak sekolah untuk melibatkan para siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menilai, kegiatan membersihkan sekolah merupakan bagian dari pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab.
"Suruh anak-anak aja, siswa. Siswa itu suruh bersih di sekolah, bagian dari tanggung jawab," kata Dedi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebersihan lingkungan sekolah bukan hanya menjadi tugas petugas kebersihan, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Baca Juga: Gardu PLN di Sukaraja Bogor Terbakar, Warga Sempat Dikejutkan Lima Kali Ledakan
Dengan keterlibatan siswa, diharapkan budaya menjaga kebersihan dapat tumbuh sejak dini dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim