12 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak Kekeringan di Parung Panjang Bogor

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 21:36 WIB
BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan air bersih di Kampung Bojong, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin, 13 Juli 2026. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)
Ilustrasi: BPBD Kabupaten Bogor saat mendistribusikan air bersih kepada  warga Kabupaten Bogor. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kampung Pasir Beureum, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 12.000 liter air bersih didistribusikan melalui koordinasi sejumlah perangkat daerah sebagai respons cepat terhadap berkurangnya ketersediaan air di wilayah tersebut.

Bantuan itu diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah meningkatnya dampak musim kemarau.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dalam penanganan kekeringan.

Selain menyalurkan air bersih, pemerintah daerah juga melakukan berbagai upaya lain, seperti memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, menjaga keberlangsungan sumber-sumber air, serta menyiapkan langkah penetapan status tanggap darurat apabila kondisi di lapangan semakin memburuk.

“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan perikanan yang sangat bergantung pada ketersediaan air,” ujar Rudy Susmanto dalam keterangannya melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: 6.500 Rumah Layak Huni bakal Dibangun di Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto: Didukung Pemerintah Pusat

Rudy Susmanto menilai penanganan musim kemarau harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi, terutama pada sektor pertanian dan perikanan yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor lebih mengutamakan langkah-langkah pencegahan agar dampak kekeringan dapat ditekan sejak awal.

Prinsip tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi situasi darurat, sehingga masyarakat dapat memperoleh perlindungan dan pelayanan secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan distribusi bantuan air bersih akan terus dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di setiap wilayah terdampak.

Di sisi lain, pemantauan kondisi lapangan juga terus dilakukan guna memastikan setiap penanganan berjalan tepat sasaran, cepat, dan berkesinambungan selama musim kemarau berlangsung.

Melalui kerja sama lintas perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap kehidupan masyarakat.

Dengan langkah tersebut, aktivitas sosial maupun perekonomian warga diharapkan tetap dapat berjalan secara optimal meskipun menghadapi musim kemarau.

Editor : Eka Rahmawati
bogor parung panjang kekeringan air bersih