Sekolah Dilarang Ada Baliho, Ini Alasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:52 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi perintahkan tidak boleh ada baliho di sekolah saat berkunjung ke SMAN 1 Babakanmadang Bogor.  (LEMBUR PAKUAN CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi perintahkan tidak boleh ada baliho di sekolah saat berkunjung ke SMAN 1 Babakanmadang Bogor. (LEMBUR PAKUAN CHANNEL)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, lingkungan sekolah sudah saatnya terbebas dari penggunaan baliho dan berbagai atribut berbahan cetak. 

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara penyampaian informasi sehingga media digital dinilai lebih efektif dan efisien.

Kritisi Baliho MPLS Saat Kunjungi SMAN 1 Babakanmadang

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi SMAN 1 Babakanmadang, Kabupaten Bogor. 

Baca Juga: Cegah Bullying dari Rumah, Alisa Khadijah Bogor Dorong Komunikasi Orang Tua dan Anak

Dalam kunjungan itu, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) didampingi Kepala SMAN 1 Babakanmadang, R. Sopian Nirwan.

Ketika memasuki area sekolah, perhatian Dedi Mulyadi tertuju pada sebuah baliho bertema Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang masih terpasang. 

Melihat hal itu, KDM langsung meminta agar sekolah mulai meninggalkan penggunaan baliho maupun atribut serupa.

Era Digital Tak Lagi Membutuhkan Baliho

Menurut Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, penyampaian informasi di lingkungan pendidikan sudah seharusnya memanfaatkan teknologi digital. 

Dengan cara tersebut, sekolah tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga dapat mengurangi penggunaan kertas dan bahan cetak.

"Sekolah harus terbebas dari baliho. Atribut seperti itu sudah tidak perlu lagi. Sekarang zamannya digital, jadi cukup menggunakan media digital. Tidak usah lagi membuang-buang kertas," tegas Dedi Mulyadi.

Mendengar arahan tersebut, pihak sekolah menyatakan siap mengikuti kebijakan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat.

Dorong Sekolah Lebih Ramah Lingkungan

Arahan Dedi Mulyadi juga menjadi bagian dari upaya mendorong sekolah lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan media cetak yang bersifat sementara. 

Selain menghemat anggaran, pemanfaatan media digital dinilai, mampu mempercepat penyebaran informasi kepada siswa, guru, maupun orang tua.

Baca Juga: Jadi Jembatan Informasi, Peran KIM di Kelurahan Ranggamekar Kota Bogor Diperkuat

Kebijakan tersebut diharapkan, dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih modern, efisien, dan selaras dengan perkembangan teknologi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
dedi mulyadi SMAN 1 Babakanmadang KDM gubernur jawa barat baliho